Profil Kimia Farma

KIMIA FARMA IN BRIEF

Kimia Farma was the first pharmaceutical industry company in Indonesia established by the Dutch Indies Government in 1817. The name of this company was originally NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Based on the policy of nationalization of ex Dutch companies at the beginning of the independence period; the Government of the Republic of Indonesia merged in 1958 a number of pharmaceutical companies into PNF Bhinneka Kimia Farma. Then, on 16 August 1971, the form of PNF as legal entity was changed to Limited Liability Company and the company’s name was changed to PT Kimia Farma (Persero).

Latest News

Untuk Pertama Kali, Kimia Farma Capai Apresiasi PKBL BUMN

 

 

 

Jakarta, (30/4) – PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Kimia Farma) meraih penghargaan “Best Partnership Program and Community Development in Processing Industry Category” dalam acara Apresiasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN 2018. Penghargaan yang diadakan oleh majalah Warta Ekonomi ini untuk pertama kalinya diterima oleh subunit PKBL Kimia Farma. Hal ini sebagai wujud Kimia Farma selalu konsisten dan berhasil dalam melaksanakan PKBL.

“Kami bangga bahwa Kimia Farma mendapatkan apresiasi PKBL ini. Sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah, Kimia Farma turut andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan usaha kecil yang tangguh dan mandiri,” kata Direktur Umum dan Human Capital Kimia Farma, Arief Pramuhanto usai menerima penghargaan di Jakarta.

Sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kimia Farma wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang diatur dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: PER- 02/MBU/07/2017 tanggal 5 Juli 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor: PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. Kegiatan ini dijalankan untuk mendukung kemandirian masyarakat dan lingkungan sekitar operasional secara khusus.

Kimia Farma telah menyalurkan dana dari pemerintah dan menyelenggarakan PKBL sebagai bagian dari komitmen Perseroan terhadap pembangunan keberlanjutan. Kimia Farma meyakini upaya tanggung jawab sosial perusahaan melalui PKBL dapat meningkatkan sense of belongings (rasa memiliki) seluruh stakeholders Kimia Farma sehingga eksistensi perusahaan berdampak jangka panjang melalui meningkatnya tingkat kepercayaan stakeholders, terciptanya keharmonisan serta meningkatkan citra dan reputasi perusahaan yang berimplikasi pada penciptaan nilai tambah yang mendorong pada kelancaran kestabilan dan pertumbuhan usaha perusahaan secara berkelanjutan.

Semoga dengan penghargaan ini, Kimia Farma dapat meningkatkan semangat penyaluran dana, berpartisipasi aktif untuk memberikan pembinaan kepada Usaha Kecil berupa bantuan modal usaha, promosi produk dan pelatihan/pendidikan melalui program kemitraan dan pemberdayaan sosial masyarakat PKBL untuk membantu tindak lanjut tugas Pemerintah dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya kepedulian sosial di lingkungan perusahaan.

Info KEGIATAN

Agent of Change beserta PKBL & CSR Kimia Farma Peduli Korban Kebakaran Krukut

Jakarta, (2/02) - Kebakaran terjadi di 10 RT (Rukun Terangga) di Kelurahan Krukut, Tamansari, Jakarta Barat pada 27 Januari 2018. Ratusan rumah di kawasan permukiman habis dilalap si jago merah. Sebanyak 1.327 orang, 386 diantaranya anak-anak, kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi.

Agent of Change (AoC) Kantor Pusat beserta Sub Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan & Corporate Social Responsibility (PKBL & CSR) PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Perseroan) menggalang gerakan Peduli Korban Kebakaran. Para pegawai Perseroan menyalurkan donasi baik uang maupun barang-barang yang dibutuhkan oleh para pengungsi.

Jumat, 2 Februari 2018, AoC Kantor Pusat beserta PKBL & CSR Kimia Farma bergerak menuju lokasi pengungsian yang tak jauh dari Kantor Pusat Perseroan. Cuaca panas terik tak menyurutkan semangat mereka untuk mendistribusikan bantuan ke Posko Bantuan Bencana, Posko Kesehatan dan melihat secara langsung area permukiman sisa kebakaran. Beberapa diantaranya pun berinteraksi dengan warga di tempat pengungsian.

Dalam kesempatan ini, Perseroan memberikan bantuan berupa obat-obatan, vitamin, peralatan mandi, perlengkapan balita, sembako, dan pakaian. Diharapkan ketersediaan bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan para pengungsi hingga beberapa waktu ke depan lantaran mereka mendiami tenda pengungsian dalam rentan waktu 6 bulan untuk renovasi kediaman.

Selain untuk meringankan beban yang dipikul oleh para pengungsi, kegiatan Peduli Korban Kebakaran ini merupakan wujud aksi AoC Kantor Pusat beserta PKBL & CSR Kimia Farma dalam mengimplementasikan budaya perusahaan ICARE yang tidak hanya berdampak di lingkungan internal Perseroan saja akan tetapi juga untuk masyarakat sekitar.

Agent of Change atau AoC merupakan karyawan pilihan di Perseroan sebagai pemicu atau "katalis" perubahan perilaku karyawan agar menerapkan budaya perusahaan ICARE (Innovative, Customer First, Accountable, Responsible, Eco Friendly). AoC terpilih harus memiliki nilai-nilai ICARE tersebut dan mampu mempengaruhi lingkungan sekitarnya untuk dapat mengimplementasikan ICARE sehingga memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan.