Dua Tahun Berturut-Turut, Kimia Farma Diganjar Top 100 Most Valuable Brand

 

 

Jakarta, (31/5) - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Kimia Farma) sebagai BUMN Farmasi terbesar berhasil masuk dalam Top 100 Most Valuable Brand di Indonesia. Pencapaian ini merefleksikan konsistensi Kimia Farma dalam meningkatkan performance karena dalam dua tahun terakhir diganjar penghargaan ini.

Hadir menerima penghargaan, GM Keuangan dan Akuntansi Kimia Farma Agus Chandra dalam ajang Brand Finance Indonesia’s Top 100 Most Valuable Brands pada Kamis, 31 Mei 2018 di Jakarta.

Indonesia's Top 100 Most Valuable Brands 2018 diselenggarakan oleh Majalah SWA dan Brand Finance melalui pemeringkatan Brand Value yang diperoleh dari analisis Brand Finance terhadap Brand Strength Index (BSI) setiap perusahaan yang berada dalam jajaran peringkat.Data yang digunakan untuk pemeringkatan tersebut diperoleh dari informasi perusahaan, Bloomberg, laporan tahunan perusahaan serta riset yang dilakukan oleh Brand Finance.

Kimia Farma menjadi satu-satunya BUMN Farmasi yang berhasil masuk dalam Top 100 Most Valuable Brands 2018 bersama dengan perusahaan farmasi dan healthcare lain, yaitu PT Kalbe Farma Tbk dan PT Tempo Scan Pacific Tbk. Kimia Farma bertekad untuk proaktif melakukan inovasi dalam memberikan produk dan layanan kesehatan bagi masyarakat seiring dengan upaya memberikan profit bagi para stakeholder.

PREVIOUS INFORMATION


Berbagi dengan 1.000 Anak Yatim Piatu saat Ramadhan, Kimia Farma Targetkan 3 Besar Industri Farmasi Nasional

 

 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Salah satu perusahaan farmasi terbesar di Tanah Air, Kimia Farma, turut ambil bagian peduli dalam menyambut Bulan Ramadan. Sebagai wujud kepedulian, Kimia Farma memberikan berbagai santunan dan berbagi dengan anak yatim panti asuhan di berbagai penjuru wilayah.

Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir, mengatakan bahwa pada 12 Ramadan 1439 Hijriah ini, Kimia Farma memusatkan penyelenggaraan berbagi bersama anak yatim di Kimia Farma Plant Bandung, setelah dilakukan di beberapa wilayah kerja Kimia Farma lainnya, di antaranya Medan dan Watudakon.
 
Selain menjadi momentum untuk menjaga tali silaturahim antar Insan Kimia Farma, menurut Honesti, acara ini juga memberikan kesempatan bagi Kimia Farma untuk bertemu dan menyerahkan bantuan secara langsung kepada anak-anak panti asuhan dan dhuafa. 
 
"Sepanjang rangkaian acara Safari Panti Ramadhan dalam tahun ini, Kimia Farma menyerahkan bantuan untuk 1.000 anak panti asuhan di berbagai wilayah," kata Honesti di sela buka bersama dan pemberian bantuan terhadap anak yatim dan dhuafa dari Keluarga Panti Yatim Indonesia dan Panti Yatim Mutiara Titipan Ilahi, di Kimia Farma Plant Bandung, Jalan Pajajaran, Senin (28/5/2018).‎
 
Honesti mengatakan bahwa pihaknya berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban anak-anak panti asuhan serta menambah semangat mereka untuk menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa disamping meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
 
Melihat tema Safari Panti Ramadhan di Bandung kali ini, yaitu “Ramadan, Hijrah dan Karya - Revolusi Diri dengan Semangat Ramadan Menuju Kimia Farma Tiga Besar”, menurut Honesti, tentunya hal ini menjadi “pengingat” bagi seluruh internal Kimia Farma atas apa yang telah disepakati bersama, yaitu berjuang untuk mencapai puncak kemenangan yang ditargetkan pada tahun 2019.

"Yaitu sebagai Tiga Besar Industri Farmasi Nasional," ujarnya. Kata 'revolusi diri', menurut Honesti, dalam tema kali ini sejalan dengan transformasi yang sedang dijalankan oleh manajemen, yakni memiliki kata kunci yang sama, yaitu perubahan.

Oleh sebab itu, Honesti berharap agar pada Ramadan ini semua dapat memaknai arti perubahan baik untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sekaligus semakin memberikan kontribusi untuk Kimia Farma demi mewujudkan cita-cita bersama. (*)

Sumber: http://jabar.tribunnews.com/2018/05/29/berbagi-dengan-1000-anak-yatim-saat-ramadan-kimia-farma-targetkan-sebagai-3-besar-industri-farmasi

Untuk Pertama Kali, Kimia Farma Capai Apresiasi PKBL BUMN

 

 

 

Jakarta, (30/4) – PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Kimia Farma) meraih penghargaan “Best Partnership Program and Community Development in Processing Industry Category” dalam acara Apresiasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN 2018. Penghargaan yang diadakan oleh majalah Warta Ekonomi ini untuk pertama kalinya diterima oleh subunit PKBL Kimia Farma. Hal ini sebagai wujud Kimia Farma selalu konsisten dan berhasil dalam melaksanakan PKBL.

“Kami bangga bahwa Kimia Farma mendapatkan apresiasi PKBL ini. Sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah, Kimia Farma turut andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan usaha kecil yang tangguh dan mandiri,” kata Direktur Umum dan Human Capital Kimia Farma, Arief Pramuhanto usai menerima penghargaan di Jakarta.

Sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kimia Farma wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang diatur dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: PER- 02/MBU/07/2017 tanggal 5 Juli 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor: PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. Kegiatan ini dijalankan untuk mendukung kemandirian masyarakat dan lingkungan sekitar operasional secara khusus.

Kimia Farma telah menyalurkan dana dari pemerintah dan menyelenggarakan PKBL sebagai bagian dari komitmen Perseroan terhadap pembangunan keberlanjutan. Kimia Farma meyakini upaya tanggung jawab sosial perusahaan melalui PKBL dapat meningkatkan sense of belongings (rasa memiliki) seluruh stakeholders Kimia Farma sehingga eksistensi perusahaan berdampak jangka panjang melalui meningkatnya tingkat kepercayaan stakeholders, terciptanya keharmonisan serta meningkatkan citra dan reputasi perusahaan yang berimplikasi pada penciptaan nilai tambah yang mendorong pada kelancaran kestabilan dan pertumbuhan usaha perusahaan secara berkelanjutan.

Semoga dengan penghargaan ini, Kimia Farma dapat meningkatkan semangat penyaluran dana, berpartisipasi aktif untuk memberikan pembinaan kepada Usaha Kecil berupa bantuan modal usaha, promosi produk dan pelatihan/pendidikan melalui program kemitraan dan pemberdayaan sosial masyarakat PKBL untuk membantu tindak lanjut tugas Pemerintah dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya kepedulian sosial di lingkungan perusahaan.