Penerbitan MTN Kimia Farma Tahap II Tahun 2018

Sehubungan dengan penerbitan MTN Kimia Farma Tahap II Tahun 2018 yang dilaksanakan oleh PT. Kimia Farma (Persero), Tbk. dan dalam rangka memenuhi Ketentuan OJK sebagaimana diatur di dalam Peraturan No. IX.E.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor: Kep-614/BL/2011 tanggal 28 November 2011tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama dan Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015 tanggal 16 Desember 2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik, dengan ini kami sampaikan Informasi atau Fakta Material  mengenai  penerbitan MTN Kimia Farma Tahap II Tahun 2018 pada tanggal 15 Maret 2018 yang iklan Keterbukaan Informasi kepada pemegang saham PT Kimia Farma (Persero) Tbk. telah dimuat di surat kabar nasional harian Bisnis Indonesia pada hari Rabu 14 Maret 2018.
 
 
 
 
 
 
 

PREVIOUS INFORMATION


Teman Anak Ceria, Salicyl Fresh Ajak Anak-Anak Belajar di Ruang Terbuka Hijau


Jakarta, (11/3) – Hiruk-pikuk kota yang terasa di antara gedung perkantoran, bangunan bertingkat dan jalan raya yang sarat dengan padatnya arus lalu lintas menyebabkan minimnya ruang aman dan nyaman untuk bermain dan belajar bagi anak-anak. Akibat tingginya intensitas berkegiatan di dalam ruangan, generasi muda khususnya anak-anak yang berada di kota besar tumbuh tanpa ikatan yang kuat dengan alam. Oleh karena itu, Salicyl Fresh mengajak anak-anak untuk memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di akhir pekan ini melalui program “Teman Main Salicyl Fresh”.

Program relaunching produk Salicyl Fresh ini diikuti oleh anak-anak usia 3 hingga 12 tahun pada Minggu, 11 Maret 2018 di Taman Langsat, Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berbagai permainan seru disuguhkan agar mereka dapat berkegiatan aktif dan dinamis di luar ruangan sekaligus belajar mengenai alam sebagai bagian dari proses pertumbuhan.

“Salicyl Fresh mengajak anak-anak untuk bermain secara aktif dan kreatif di luar ruangan agar mereka tidak hanya berkutat dengan gadget. Melalui Teman Main Salicyl Fresh, anak-anak dibimbing untuk memecahkan masalah, melatih keterampilan, meningkatkan kesehatan dan bersosialisasi dengan memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau. Para orang tua pun tidak perlu khawatir jika anak-anaknya berkeringat dan muncul biang keringat lantaran sudah ada Salicyl Fresh sebagai solusinya,” ungkap Direktur Pengembangan Bisnis Kimia Farma, Pujianto.

Untuk menambah keceriaan, Salicyl Fresh menghadirkan 4 ikon bernama Acil, Ibo, Uta, dan Sali. Keempat karakter inilah yang menghibur anak-anak untuk menikmati outbond, mini sport, ular tangga dan coloring & fun games. Disamping itu, program ini mengajak anak-anak untuk menggelar piknik bersama teman dan keluarga di bawah pohon rindang. Lebih lagi, terdapat pendongeng yang berbagi kisah menarik sekaligus menyampaikan edukasi mengenai lingkungan.

Salicyl Fresh adalah produk bedak tabur yang diproduksi oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Dalam relaunching kali ini, Salicyl Fresh hadir bagi anak-anak agar digunakan untuk menghilangkan keluhan gatal-gatal yang disebabkan oleh biang keringat dan gangguan kulit lainnya yang bukan infeksi. Salicyl Fresh mengandung komposisi talcum, asam salisilat, sulfur, mentol, dan balsam perlu. Dengan menggunakan Salicyl Fresh, kulit menjadi tetap sehat, segar, harum, dan halus.

Sebagai BUMN Farmasi, Kimia Farma turut meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan menghadirkan produk healthcare pilihan termasuk menghasilkan brand terbaik untuk kesehatan anak-anak Indonesia.

Kimia Farma Tuntaskan Penerbitan MTN untuk Mempercepat Ekspansi Usaha

Jakarta, (12/3) – Usai menerbitkan surat utang jangka menengah atau Medium Term Note (MTN) Tahap I, kini BUMN Farmasi PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Kimia Farma) menerbitkan MTN Tahap II sebesar Rp600 miliar. Dengan menuntaskan penerbitan MTN ini, Kimia Farma berkomitmen untuk menyelenggarakan akselerasi bisnis dalam mencapai 3 (tiga) besar industri farmasi nasional di tahun 2019.

Perjanjian Penerbitan dan Penunjukkan Agen Pemantau MTN Tahap II ditandatangani oleh Direktur Keuangan Kimia Farma, I.G.N. Suharta Wijaya dan disaksikan oleh Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir pada Senin, 12 Maret 2018 di Jakarta. Sementara itu, pihak arranger yang terlibat adalah PT BNI Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Securities, dan PT BNI (Persero) Tbk sebagai agen pemantau.

MTN Tahap II senilai Rp600 miliar ini akan digunakan untuk membiayai ekspansi bisnis (Capital Expenditure atau CAPEX dan Operating Expenditure atau OPEX) melalui investasi beberapa proyek lain dari Kimia Farma. Jangka waktu untuk MTN Tahap II ini adalah tiga tahun dengan final coupon 7,75%. Kupon dengan rate tersebut sesuai dengan rating AA- (double A minus) yang diperoleh Kimia Farma dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.

“Penerbitan MTN ini menguntungkan dan memberi sumber pendanaan yang lebih cepat dibanding bentuk pinjaman lain. Dana hasil penerbitan MTN akan memperkuat kapasitas pembiayaan karena Kimia Farma sedang melakukan ekspansi bisnis di tahun ini,” ujar Honesti Basyir.

Dalam kesempatan ini, Honesti Basyir juga mengucapkan terima kasih kepada para investor yang telah menanamkan modal untuk ekspansi bisnis Kimia Farma. Apresiasi kepada para investor akan diwujudkan melalui komitmen bekerja keras untuk meningkatkan nilai dan menumbuhkan Perseroan.

Sepanjang tahun 2017, Kimia Farma mencatat pendapatan sebesar Rp6,127 triliun, meningkat sebesar 5,4% dari pendapatan tahun 2016 sebesar Rp5,812 triliun. Laba Usaha tahun 2017 tercatat sebesar Rp536 miliar atau meningkat 21% dari tahun 2016 senilai Rp443 miliar. Tahun 2017, Kimia Farma membukukan Total Aset sebesar Rp6,096 triliun atau meningkat 32,15% dibandingkan Total Aset pada 2016, yaitu sebesar Rp4,613 triliun. Pertumbuhan Aset tersebut diakibatkan oleh bertambahnya Aset Lancar Kimia Farma pada 2017 tercatat sebesar Rp3,662 triiun atau meningkat 25,97% dari tahun sebelumnya, yaitu Rp2,907 triliun.

Sebelumnya, pada 13 September 2017, Kimia Farma telah menerbitkan MTN Tahap I sebesar Rp400 miliar untuk pendanaan ekspansi usaha dan refinancing beberapa hutang yang tingkat bunga/kupon relatif lebih tinggi

Pengembangan Bisnis secara Global, Kimia Farma Ekspansi ke Arab Saudi

Jakarta, (5/3) – Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Farmasi terbesar, PT Kimia Farma (Persero) Tbk gencar mengembangkan aktivitas bisnis di lingkungan nasional maupun internasional. Tidak hanya memperluas jaringan ritel farmasi di berbagai wilayah di Indonesia, kini, Kimia Farma mulai merambah industri farmasi di Arab Saudi dengan mengakuisisi saham Dawaa Medical Limited Company (Dawaa), salah satu anak perusahaan Marei Bin Mahfouz (MBM) Group yang bergerak di bidang kesehatan.

Kimia Farma melakukan akuisisi saham Dawaa melalui penyertaan modal atau investasi sebesar SAR38 juta (dalam Arab Saudi Riyal) dengan skema pemesanan saham baru (Share Subscription). Dengan demikian, Kimia Farma menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 60%. Oleh karena itu, saat ini, Dawaa memiliki nama Kimia Farma Dawaa dan perusahaan joint venture ini menjadi entitas anak baru di Kimia Farma Group.

Pada Senin, 5 Maret 2018, Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir dan Chief Executive Officer MBM, His Excellency Lord DR. Mahfouz Bin Marei Bin Mahfouz CBE, FRSA, GCMLJ. melakukan Penandatangan Shareholder Agreement bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta. Aksi korporasi ini sekaligus menandai beroperasinya Kimia Farma Dawaa secara efektif di bulan ini.

Ekspansi bisnis Kimia Farma ke luar negeri, khususnya di Arab Saudi dan Middle East and North Africa _(MENA) sebagai strategi pengembangan bisnis dan pasar dalam meningkatkan _benefit bagi para stakeholder.

“Sudah saatnya Kimia Farma memperbesar pasar untuk skala global. Sebagai BUMN Farmasi, Kimia Farma tidak hanya hadir untuk masyarakat di negeri sendiri. Akan tetapi juga hadir di luar negeri. Ekspansi bisnis ini sekaligus untuk mendukung program Pemerintah Indonesia dalam melayani  kebutuhan pelayanan kesehatan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, serta melayani Warga Negara Indonesia yang bekerja di Arab Saudi,” terang Honesti Basyir.

Untuk menjalankan kegiatan perdagangan atau wholesale farmasi, kosmetik, alat medis dan pengelolaan apotek (ritel), Dawaa didukung oleh jaringan apotek sebanyak 31 gerai, yang terdiri atas 10 gerai di Mekah dan 21 gerai di Jeddah. Disamping itu, terdapat 2 Distributor Center di Mekah dan Jeddah.

Kimia Farma memilih Arab Saudi sebagai pintu masuk penetrasi pasar ke wilayah Timur Tengah atau Middle East sebab prospek bisnis kesehatan di Arab Saudi cukup menjanjikan dengan estimasi nilai pasar farmasi sebesar USD20 miliar (dalam Dolar Amerika Serikat) di tahun 2020.