JAKARTA, kabarbisnis.com: Pengembangan sayap bisnis dilakukan PT Kimia Farma Tbk (KAEF). BUMN farmasi ini tengah menjajaki pembangunan rumah sakit di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, dengan menggandeng mitra swasta.

"Sudah ada. Pokoknya lagi penjajakan, belum final, yang menyatakan minatnya sudah mengerucut jadi satu (perusahaan)," ujar Direktur Keuangan Kimia Farma Farida Astuti, belum lama ini.

 

Hanya saja, dia enggan berkomentar lebih jauh apakah mitra tersebut juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau bukan. Farida hanya memberikan sinyal bahwa proses penjajakan kian serius untuk berlanjut ke komitmen selanjutnya.

"Mungkin kesepakatannya semester dua tahun ini. Tapi, kalau untuk bangunnya kan butuh waktu," ujarnya. 

Rencana pembangunan rumah sakit di Jakarta telah bergulir sejak tahun lalu. Namun, hingga akhir tahun tidak ada emiten konstruksi pelat merah yang menyatakan minatnya pada perseroan.

Adapun bentuk kerja sama nantinya bukan perusahaan patungan (joint venture), melainkan dengan menerapkan model bisnis build operate transfer (BOT).

Hal ini berarti, aset lahan yang dimiliki perseroan akan digarap oleh mitra strategis tersebut, sedangkan kepemilikan sepenuhnya akan dipegang perseroan setelah kurun waktu tertentu pasca rumah sakit beroperasi.

Sebelumnya, Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman mengatakan nilai investasi rumah sakit mencapai Rp 250-300 miliar. Selain masuk ke bisnis rumah sakit perseroan juga telah menyatakan rencananya untuk masuk ke bisnis properti.

Perseroan bakal memanfaatkan lahannya yang terletak di Jakarta dan Bandung. Rencananya tahun ini akan dimulai pembangunan hotel pertama di Bandung. Hotel sembilan lantai tersebut akan memiliki fasilitas apotek di lantai satu dan klinik yang terletak di lantai dua