PT Kimia Farma Tbk akan gencar ekspansi proyek property pada semester II-2015. Perseroan bakal merealisasikan pembangunan tiga hotel butik dan rumah sakit.

Perseroan berniat masuk ke bisnis property sejak akhir tahun lalu. Namun, proses mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) khususnya hotel cukup lama

“Saat ini, kami sudah dapat IMB hotel untuk yang Jakarta dan Bandung. Setelah lebaran kami bisa mulai bangun, kata Direktur Keuangan Kimia Farma Farida Astuti baru-baru ini.

Farida menegaskan, perseroan bakal membangun hotel berbintang tiga. Satu hotel berada di Dago, Bandung. Sedangkan dua lainnya di Matraman Jakarta Timur dan kawasan Senen, Jakarta Pusat.

”Kami memang memanfaatkan aset tanah perseroan yang menganggur. Di Bandung hampir 4 ribu meter persego luasnya. Sedangkan di Jakarta sekitar 2-3 ribu meter persegi,” papar dia.

Sesuai rencana, masing-masing hotel akan memiliki 7-9 lantai. Lantai pertama untuk apotek dan lantai dua klinik Kimia Farma. Sesuai rencana, proses pembangunan diperkirakan rampung dalam waktu 2-3 tahun.

Lebih jauh, Farida menjelaskan, perseroan mengadopsi sistem bisnis build operate transfer (BOT). Sistem itu juga diterapkan pada proyek pembangunan rumah sakit perseroan.

”Kami tidak punya pengalaman di bidang perhotelan makanya kami pilih BOT. Selain itu lebih mudah, karena aset perusahaan BUMN tidak bisa diapa-apakan, tidak bisa dijaminkan, dan lain-lain,” pungkas dia.

Perseroan menggandeng mitra swasta yang dinilai cukup berpengalaman dalam mengelola hotel. Namun, Farida masih enggan mengungkapkan identitas mitra tersebut.

Dalam BOT, mitra yang ditunjuk perseroan akan membangun dan mengelola tiga hotel dalam kurun waktu 25 tahun. Setelah itu, baru hak pengelolaan jatuh ke tangan Kimia Farma. Adapun nilai investasi tiap hotel sebesar Rp 200-300 miliar. Seluruh dana tersebut bakal ditanggung oleh mitra strategis.

Rumah Sakit

Selain menggeluti bisnis perhotelan, perseroan segera membangun rumah sakit di Jalan Dr Sahardjo , Jakarta Selatan. Rumah sakit senilai Rp 300 miliar tersebut diperuntukkan sebagai rumah sakit ibu dan anak.

Menurut Farida, proses pembangunan dijadwalkan akan mulai pada kuartal III-2015. Adapun prosesnya membutuhkan waktu sekitar 18 bulan.

”Rumah sakit sudah lebih siap sebenarnya. Besar kemungkinan rumah sakit yang akan dibangun terlebih dahulu, baru hotel,” kata dia

Disamping gencar masuk ke bisnis lain, perseroan juga tetap melanjutkan ekspansi gerai apotek maupun klinik. Tahun ini perseroan menargetkan untuk menambah jumlah apotek dan klinik masing-masing sebanyak 100 dan 50 unit.

Hingga Maret 2015 , perseroan tercatat memiliki 647 apotek dan 240 klinik. Perseroan juga memiliki 40 cabang distribusi dan 41 laboratorium klinik. Tahun ini Kimia Farma menganggarkan belanja modal sebesar Rp 590 miliar

*Investor Daily , Senin 25 Mei 2015