PT Kimia Farma Tbk, diestimasi mampu meraih target pertumbuhan penjualan tahun ini sebesar 13% menjadi Rp 5,1 triliun dari realisasi penjualan tahun lalu. Berdasarkan analisis KDB Daeroo Securities, target tersebut dapat tercapai seiring keikutsertaan Kimia Farma dalam program Jaminan Kesehatan Nasional

Program JKN yang ditargetkan menjaring 168 juta peserta tahun ini diharapkan mampu mendorong kinerja perseroan. Pencapaian target tahunan itu juga memperhatikan raihan penjualan Kimia Farma di kuartal I 2015 yang tumbuh 17%

Farida Astuti, Corporate Secretary Kimia Farma, mengatakan tahun ini perseroan menargetkan penjualan ke BPJS Kesehatan tumbuh 25% disbanding tahun lalu. “Kami targetkan mencapai Rp 500 miliar tahun ini, naik 25% dari tahun lalu,” ujarnya kepada IFT

Perseroan membukukan kenaikan penjualan sebesar 16,49% menjadi Rp 1,01 triliun pada kuartal I 2015 dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 867 miliar. Berdasarkan laporan keuangan, pertumbuhan penjualan tersebut didorong oleh naiknya penjualan obat ethical sebesar 39% dan penjualan bahan baku seperti minyak nabati, yodium dan kina sebesar 79.3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya

Selain pertumbuhan penjualan , pendapatan di luar operasional yakni perolehan dividen dan bunga turut mendongkrak perolehan laba bersih pada tiga bulan pertama tahun ini. Pada kuartal I tahun ini, laba bersih perseroan melonjak hingga 87,9% menjadi Rp 43,9 miliar dari sebelumnya Rp 23,36 miliar

Pendapatan lain-lain perseroan pada kuartal I 2015 naik sebesar 47% menjadi Rp 28,8 miliar yang ditopang adanya pendapatan dividen sebesar Rp 17,5 miliar. Pendapatan ini tidak ada pada tahun sebelumnya. Selain pendapatan bunga deposito berjangka juga melonjak menjadi Rp 5,16 miliar dari sebelumnya Rp 892 juta. Kondisi tersebut membuat margin laba bersih perseroan pada kuartal I tahun ini melonjak menjadi 4,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya hanya 2,6%

*Indonesia Finane Today, Jumat 3 Juli 2015, Hal 10