PT Kimia Farma Tbk lanjutkan ekspansi rumah sakit dan hotel. Pengembangan terbaru rencananya menyasar Bali, Surabaya dan Makassar. Pembangunannya diharapkan mulai tahun depan

 

Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rusman mengatakan, perseroan sedang memulai tender pengembangan rumah sakit dan hotel untuk ketiga daerah tersebut. Skema bisnis yang dipilih berupa build operate and transfer (BOT)

“Kami menargetkan pemenang tender sudah diumumkan akhir tahun ini, sehingga teken kontrak dan pengembangan mulai direalisasikan tahun depan,” ujar dia baru-baru ini

Perseroan akan memanfaatkan asset di Bali seluas 4.000 meter persegi untuk pembangunan rumah sakit. Sedangkan, di Surabaya perseroan akan membangun hotel bintang tiga di lahan seluas 4.000 meter persegi. Sedangkan pembangunan di Makassar masih dalam tahap kajian apakah membangun hotel atau rumah sakit. Luas lahan yang tersedia di kotra tersebut mencapai 4.000 meter persegi

Perseroan juga akan mendirikan apotik di setiap hotel maupun rumah sakit yang dikembangkan. Khusus untuk kawasan pengembangan hotel, dikembangkan juga klinik di area komersial

“Karena kami BOT bagi hasil saja sistemnya per lokasi sekitar Rp 1,6 miliar per tahunnya. Jadi bukan incar recurring incomes, namun cenderung multiplier effect ke apotik,” kata dia

Ekspansi tersebutm diharapkan mendongkrak penjualan ke depan

Sebelumnya, KAEF terlebih dahulu merealisasikan pembangunan tiga hotel butik. Satu hotel berada di bilangan Dago – Bandung dengan luasan 4.000 meter persegi. Sedangkan , dua lainnya di Matraman – Jakarta Timur dan Senen – Jakarta Pusat seluas 2.000 – 3.000 meter persegi

Masing-masing hotel dibangun dengan ketinggian sekitar 7-10 lantai. Lantai pertama diperuntukkan untuk apotek dan lantai dua klinik Kmia Farma. Sesuai rencana, proses pembangunan direncanakan rampung dalam waktu 2-3 tahun

Perseroan melalui BOT menunjuk mitra untuk membangun dan mengelola ketiga hotel dalam kurun waktu 25 tahun. Setelahnya, baru hak pengelolaan jatuh ke tangan Kimia Farma

Adapun nilai investasi tiap hotel berkisar antara Rp 200-Rp300 miliar. Seluruh dana bakal ditanggung oleh mitra strategis perseroan

Kimia Farma juga bakal merealisasikan pembangunan tiang pancang (groundbreaking) rumah sakit di Jl Dr. Sahardjo, Jakarta Selatan. Rumah sakit yang diperkirakan menelan investasi Rp 300 miliar tersebut diperuntukkan sebagai rumah sakit ibu dan anak

”Pembicaraan kontrak dengan mitra strategis masih berlangsung. Setelah ditandatangani baru bisa dibangun tian pancang. Kami inginkan bisa di tahun ini dan ditaksir memakan waktu 18 bulan,” ungkapnya

E-Catalogue

Rusdi menjelaskan, perseroan bakal mendistribusikan obat generik yang dimenangkan dari kontrak e-catalogue. Tahun ini, perseroan berhasil meraih kontrak sekitar Rp 500 miliar.

”Distribusinya akan difokuskan pada November dan Desember. Ini karena rencana kebutuhan obat (RKO) menjadi kebutuhan obat (KO) masih di evaluasi dari pusat,” jelas dia

Sebelumnya Rusdi pernah mengatakan perseroan berharap kontrak e-catalogue tersebut mampu menjadi salah satu katalisator target pertumbuhan laba bersih dan penjualan tahun ini. Perseroan tetap optimistis mencapai target laba bersih 2015 sebesar Rp 256 miliar, naik 8% dibanding tahun lalu Rp 236,5 miliar

Sepanjang semester I – 2015 Kimia Farma membukukan pendapatan Rp 2,11 triliun, naik 11,05% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,9 triliun. Sedangkan , laba bersih tumbuh 9,73% menjadi Rp 77,44 miliar dibandingkan raihan periode sama tahun lalu Rp 70,57 miliar