Pada tanggal 28 Oktober 2015, Kimia Farma beserta seluruh karyawan Kementerian Kesehatan baik ditingkat pusat maupun Unit Pelayanan Terpadu,

serta perusahaan farmasi negara melakukan upacara bendera untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Upacara Kementerian Kesehatan.

Tema upacara kali ini adalah ”Revolusi Mental Untuk Kebangkitan Pemuda Menuju Aksi Satu Untuk Negeri” dan selaku pimpinan upacara Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek

 

Dalam pidatonya, pimpinan upacara menekankan dan mengingatkan kembali kepada kita bahwa kita harus berhati-hati dalam menyikapi berbagai macam informasi yang masuk mengingat pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua, dimana satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi yang memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan kemampuan, disatu sisi membawa dampak negatif yaitu beruipa informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas dan berita-berita lain yang menjurus ke fitnah.

 

Dengan Revolusi Mental, melalui pembangunan karakter kita bisa kuat tangguh dan kokoh menghadapi berbagai dampak negatif. Melalui Revolusi Mental, kita berharap para pemuda Indonesia memiliki kemandirian untuk mengambil keputusan-keputusan terbaik secara jernih sesuai dengan akal sehat tanpa harus bergantung dari kehadiran orang tua maupun Negara di sampingnya. Saatnya mereka diberikan pendampingan, fasilitasi dan motivasi untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki

Proses pengembangan karakter sejak dini, baik secara formal, nonformal, maupun informal, menjadi tumpuan untuk melahirkan pribadi Indonesia dengan mental-karakter yang sehat dan kuat

 

Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 membuat kita sadar, bahwa pemuda Indonesia telah mengawali sebuah perubahan besar untuk negeri kita. Tekad dan keberanian pemuda telah menginspirasi dan menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia di deklarasikan.

28 Oktober 1928 adalah tahun dimana para pemuda kita menyadari betapa pentingnya persatuan dan kesatuan untuk mencapai kemerdekaan disertai dengan kobaran semangat cinta terhadap tanah air. Tanpa mempedulikan latar belakang agama, ras, suku dan golongan, mereka meraih satu tujuan bersama untuk kemerdekaan bangsa Indonesia ini.