Jakarta – Emiten Farmasi plat merah PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) membukukan kinerja yang baik sampai dengan triwulan III tahun 2015.

 

Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan revenue Perseroan KAEF yang tumbuh sebesar 12,88% dan laba bersih tumbuh sebesar 14,89% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014.

Pertumbuhan revenue sebesar 12,88% diperoleh dari PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD), anak perusahaan yang bergerak di sektor trading & distribution, tumbuh sebesar 16,90%. Untuk kinerja anak perusahaan yang bergerak di sektor ritel dan pelayanan kesehatan yaitu PT Kimia Farma Apotek (KFA), pertumbuhan revenue sebesar 10,17%. Sedangkan kinerja anak perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur produk kina yang sebagian besar produknya di ekspor ke luar negeri, yaitu PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL), memberikan kontribusi yang bagus, dengan membukukan pertumbuhan revenue sebesar 29,21%.

Untuk terus meningkatkan laju pertumbuhan kinerja KAEF, Manajemen telah merancang grand strategy yaitu dengan melakukan penguatan di sektor hulu, dengan melakukan pembangunan pabrik baru dengan kapasitas 3 (kali) lipat dari pabrik yang ada sekarang dan diharapkan akan selesai pembangunannya pada tahun 2018.

Selain itu, KAEF juga berencana membangun pabrik Bahan Baku Obat, yang akan dimulai pada tahun 2016 mendatang. Pabrik Bahan Baku Obat ini ditujukan untuk menekan impor Bahan Baku Obat yang setiap tahunnya sekitar 95% diimpor.

Untuk pabrik Bahan Baku Garam Farmasi yang berkapasitas 2.000 ton / tahun, saat ini sudah selesai proses pembangunannya dan sedang menunggu ijin sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan diharapkan pada akhir tahun 2015 fasilitas produksi bahan baku pertama di Indonesia tersebut akan diresmikan.

KAEF merencanakan membangun pabrik Bahan Baku Garam Farmasi Tahap II pada tahun 2016 yang berkapasitas 4.000 ton / tahun, sehingga total kebutuhan bahan baku Garam Farmasi Indonesia sebesar 6.000 ton / tahun dapat dipenuhi 100%. Selama ini, bahan baku Garam Farmasi 100% masih diimpor.

KAEF juga berencana membangun fasilitas produksi alat kesehatan yaitu rapid test, yaitu suatu test kit yang dapat dipergunakan untuk melakukan pendeteksian penyakit seperti HIV, Siphilis, Malaria dan Hepatitis. Untuk tahap selanjutnya akan dikembangkan untuk tes narkoba dan demam berdarah.

Hingga 31 Oktober 2015 ini, jaringan layanan kesehatan KAEF sudah mencapai 700 outlet apotek, 310 klinik kesehatan dan 42 laboratorium klinik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hingga akhir tahun 2015, jumlah tersebut akan terus bertambah. Perseroan sendiri menargetkan untuk ekspansi jaringan layanan kesehatan setiap tahunnya sejumlah minimal 100 outlet apotek, 50 klinik kesehatan dan 5 laboratorium klinik.

Dari sisi optimalisasi aset Perseroan, KAEF terus melakukan upaya optimalisasi aset-aset perusahaan dengan menggandeng mitra strategis yang kompeten dan berpengalaman. Saat ini, sudah dalam proses pembangunan hotel di Bandung, yang bekerja sama dengan mitra yang kompeten bergerak di bidang bisnis perhotelan.