Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 mengalami perlambatan yang hanya sebesar 4,73%* atau menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,1%. Hal ini disebabkan antara lain terjadinya perubahan ekonomi global, yang diakibatkan lesunya perekonomian di negara China dan Amerika Serikat (AS).

 

Perubahan perekonomian global tersebut berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat dunia dan mempengaruhi pula komoditas ekspor Indonesia. Selain itu, di tahun 2015, Pemerintah mengumumkan kebijakan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tentu saja berpengaruh terhadap harga komoditas lainnya di Indonesia.

Dengan adanya perubahan perekonomian di negara seperti China dan Amerika Serikat, berdampak pada melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS. Kondisi ini secara langusng mempengaruhi biaya produksi Perseroan, mengingat lebih dari 90% bahan baku obat masih harus diimpor, sehingga Perseroan harus berpikir strategis mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, melalui langkah-langkah efisiensi dan inovasi di seluruh aspek operasional Perseroan.

Perjalanan dunia usaha sepanjang tahun 2015 diwarnai dengan adanya perubahan kondisi eksternal yang memberikan tantangan bagi dunia usaha. Pertumbuhan ekonomi yang cenderung mengalami perlambatan dan terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap US dollar hingga mencapai angka tertinggi di Rp14.800/US dollar pada akhir September 2015, menjadikan tantangan tersendiri bagi Perseroan. Hal-hal yang menjadi tantangan bagi kemajuan kinerja Perseroan, mendapat perhatian khusus dari Manajemen Perseroan. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Manajemen Perseroan secara aktif mencari solusi dan terobosan baru melalui forum Management Review yang rutin dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan seluruh Divisi dan Unit Kerja.

Perseroan hingga saat ini masih terus fokus untuk melanjutkan program transformasi Perseroan dari Pharmaceutical Company menjadi Healthcare Company. Untuk mendukung program transformasi perusahaan tersebut, Perseroan telah membentuk Agent of Change, untuk menjadi pembaharu pembangunan budaya perusahaan “I CARE” (Saya Peduli). Untuk mendukung implementasi budaya perusahaan I CARE secara menyeluruh di setiap insan Perseroan, Perseroan telah menetapkan ruh budaya perusahaan, dengan menerapkan prinsip 5 As yaitu Kerja Ikhlas, Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Antusias dan Kerja Tuntas. Penambahan ruh budaya perusahaan tersebut pada hakikatnya untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja usaha Perseroan.

Pada akhir tahun 2015, Perseroan melakukan pembaharuan Visi dan Misi yang baru untuk mengintegrasikan seluruh rantai bisnis menjadi Healthcare Company yang terintegrasi dari hulu sampai ke hilir sesuai dengan kondisi dan tantangan bisnis yang akan dihadapi Perseroan ke depan. Adapun Visi dan Misi Perseroan yang baru sebagai berikut :

Visi

“Menjadi perusahaan Healthcare pilihan utama yang terintegrasi dan menghasilkan nilai yang berkesinambungan.”

Misi

  1. Melakukan aktivitas usaha di bidang-bidang industri kimia dan farmasi, perdagangan dan jaringan distribusi, retail farmasi dan layanan kesehatan serta optimalisasi aset
  2. Mengelola perusahaan secara Good Corporate Governance dan operational excellence didukung oleh SDM profesional
  3. Memberikan nilai tambah dan manfaat bagi seluruh stakeholder

Pada tahun 2015, Perseroan menunjukkan hasil yang positif yaitu dengan prognosa peningkatan penjualan sebesar 10,52% dengan total penjualan Rp4,99 triliun. Prognosa laba bersih Perseroan sebesar Rp242,21 miliar atau meningkat sebesar 2,40% dibandingkan dengan laba bersih tahun 2014 sebesar Rp236,53 miliar.

Selama lebih dari 4 dasawarsa, Perseroan telah menghadapi setiap tantangan dan bertransformasi menyesuaikan diri dengan dinamika perubahan usaha. Penyesuaian yang senantiasa diwujudkan dengan semangat untuk terus maju sebagai perusahaan Healthcare Company yang bertujuan untuk selalu memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholder Perseroan.

Sepanjang tahun 2015, Perseroan telah menerima beberapa penghargaan ataupun award seperti “Corporate Image Award”, “Original Brand Award dan “Living Legend Companies Award”.

Perseroan terus melakukan pengembangan di sektor hulu hingga hilir di antaranya dengan membangun pabrik Bahan Baku Garam Farmasi pertama di Indonesia yang pada tahun 2015 ini sudah mendapatkan sertifikasi dari Badan POM RI dan akan mulai porduksi pada awal 2016. Selain itu juga Perseroan berencana membangun pabrik bahan baku Garam Farmasi tahap kedua dan pabrik Bahan Baku Obat Aktif pertama di Indonesia yang bekerja sama dengan mitra global yang akan dimulai pembangunannya pada 2016.

Pembangunan pabrik Bahan Baku Obat yang dilakukan oleh Perseroan ini merupakan salah satu strategi Perseroan untuk mengurangi ketergantungan akan impor bahan baku obat serta mendukung program Pemerintah dalam Kemadirian Bahan Baku Obat Nasional. Ke depan diharapkan impor bahan baku akan terus menurun sehingga akan memberikan dampak positif bagi kemajuan industri farmasi di Indonesia.

Perseroan juga sudah mulai melakukan pembangunan pabrik baru di Banjaran, Bandung dengan kapasitas produksi 3 (tiga) kali lipat dibandingkan dengan kapasitas produksi yang ada di Plant Bandung serta dilengkapi dengan fasilitas produksi produk herbal dan onkologi, dengan peralatan dan mesin yang lebih modern untuk memenuhi standar Cara Pembuatan yang Baiak (CPOB) yang telah ditetapkan oleh Badan POM. Diharapkan perbaikan di sektor hulu ini akan memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja Perseroan.

Di sektor hilir, Perseroan terus mengembangkan jaringan layanannya yang tersebar di seluru wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Jaringan layanan kesehatan yang dimiliki Perseroan per 31 Desember 2015 yaitu Distributor sejumlah 47 cabang, Apotek sejumlah 705 outlet, Klinik sejumlah 301 outlet yang sebagian besar telah melayani program BPJS atau menjadi provider bagi peserta BPJS serta Laboratorium Klinik sejumlah 42 outlet. Perseroan terus berkomitmen untuk melakukan pengembangan jaringan layanannya dengan membuka minimal 100 Apotek setiap tahun, 50 Klinik dan 5 Labrotarium Klinik setiap tahunnya.

Untuk mendukung transformasi Perseroan menjadi Healthcare Company, Perseroan berencana membangun 3 Rumah Sakit yang berlokasi di beberapa kota besar di Indonesia hingga tahun 2020. Pembangunan Rumah Sakit ini diharapkan mampu mengembangkan jaringan layanan Perseroan kepada masyarakat sehingga cita-cita Perseroan menjadi Healthcare Company bisa diwujudkan.

Untuk meningkatkan nilai tambah, Perseroan juga melakukan serangkaian upaya optimalisasi aset-aset Perseroan antara lain membangun hotel dan rumah sakit, bekerja sama dengan mitra strategis yang kompeten di bidang bisnis perhotelan dan rumah sakit. Konsep kerja sama yang dibangun oleh Perseroan untuk optimalisasi aset adalah konsep Built Operate and Transfer (BOT), sehingga diharapkan ke depan, aset-aset Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan.

Perseroan berpandangan bahwa aspek tata kelola perusahan memiliki peranan sangat penting untuk kelangsungan usaha Perseroan yang akan meningkatkan reputasi Perseroan sebagai perusahaan yang terpercaya. Tata kelola perusahaan yang baik akan memastikan pengelolaan aset dilakukan secara hati-hati serta Perseroan akan menjalankan bisnisnya sesuai dengan standar etika yang berlaku dan setransparan mungkin. Penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) yang dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh jajaran Perseroan. Perseroan juga senantiasa melakukan perbaikan khususnya yang berhubungan dengan infrastruktur Tata Kelola Perusahaan yang Baik antara lain Pedoman Good Corporate Governance, Pedoman Perilaku (Code of Conduct), Board Manual, Pedoman Manajemen Risiko serta komite-komite di bawah Dewan Komisaris telah terbentuk sebelumnya, maka penerapan GCG tahun 2015 dititikberatkan pada penguatan implementasi dan pengawasannya dengan adanya whistle blowing system.

Perseroan menyadari bahwa SDM yang mumpuni dan kompeten menjadi aset Perseroan yang memegang peranan sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan mengembangkan usaha yang lebih agresif di masa yang akan datang. Perseroan terus mempersiapkan SDM agar lebih kompeten dan kompetitif menghadapi persaingan global, melalu program Pendidikan dan Pelatihan. Pada tahun 2015, telah dilaksanakan In-House Training untuk seluruh level karyawan yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Selain in-house training, Perseroan juga memberikan kesempatan karyawan untuk meningkatkan/membangun kapasitas (capacity building), kompetensi teknis, dengan mengikuti training-training yang diselenggarakan instansi dan lembaga pendidikan.

Kami selaku Manajemen Perseroan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung kami, serta kepercayaan Pemegang Saham, Mitra Bisnis, Dewan Komisaris, dan semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, atas kerja sama dan dukungan yang diberikan sehingga tantangan yang dihadapi di tahun 2015 dapat dihadapi dengan baik. Tidak kurang pentingnya, kami atas nama Direksi mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh karyawan Perseroan dan anak perusahaan atas kerja kerasnya selama tahun 2015, sehingga dapat mencapai kinerja yang positif. Terima kasih.

Jakarta, 31 Desember 2015

PT Kimia Farma (Persero) Tbk

Direksi