Jakarta – PT Kimia Farma (Persero) Tbk. tahun ini menargetkan laba bersih hingga Rp 268 miliar, naik 10,74% dari prognosa tahun lalu yang mencapai Rp 242 miliar

Corporate Secretary PT Kimia Farma Tbk. Eddy Murianto mengatakan pihaknya optimistis membukukan pertumbuhan laba bersih itu pada tahun monyet api ini meski kondisi ekonomi masih menantang. Di sisi lain, dia mengatakan meski masih dalam proses audit laba bersih yang dibukukan pada 2015 melampaui prognosa yang ditargetkan

“Target kami tahun ini Rp 268 miliar. Untuk laba bersih 2015 masih diaudit tapi kami optimistis melebihi prognosa yang sebesar Rp 242 miliar naik dua digit dari 2014,” katanya kepada Bisnis, Rabu (6/1)

Sebagai gambaran, pada 2014 emiten farmasi yang berkode saham KAEF itu meraup laba bersih sebesar Rp 236,53 miliar

Eddy mengatakan optimisme KAEF membukukan laba yang bertumbuh pada tahun ini tak terlepas dari mulai beroperasinya pabrik garam farmasi di Watudakon

Selain itu, pada 2016 pihaknya pun menargetkan penambahan 100 unit apotek baru dan 50 unit klinik yang akan dibangun di seluruh penjuru Indonesia. Dari jumlah tersebut sebagian besar akan di bangun di kawasan pulau Jawa dan Indonesia Timur

Adapun untuk belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2016 KAEF menyasar Rp 1 triliun. Jumlah itu diklaimnya berasal dari dana internal. Besaran capex pada 2016 tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dari realisasi belanja modal pada 2015

“Realisasi tahun lalu sekitar Rp 350 miliar hingga Rp 400 miliar. Jadi tahun ini hampir tiga kali lipat,” tuturnya

CAPEX 2016

Capex tahun ini akan dianggarkan untuk pembangunan pabrik garam tahap kedua di Watudakon. Pembangunan pabrik rencananya akan mulai dilakukan Januari ini sekaligus peresmian pabrik tahap pertama yang baru rampung

Pembangunan pabrik tahap kedua diharapkan selesai pada 2017 sehingga kelak pihaknya dapat menyasar pasar garam untuk keperluan konsumsi. Selain itu, belanja modal pada 2016 akan dianggarkan bagi keperluan perluasan kapasitas produksi pabrik di Banjaran

Adapula pembangunan pabrik bahan baku obat yang menggandeng mitra asal Korea Selatan. Pihaknya pun akan mengalokasikan belanja modal tahun ini memperbarui system informasi yang kian terkoneksi antar jaringan Kimia Farma baik di tataran ritel maupun pabrik

Saat ini, pabrikan farmasi tersebu memiliki lima pabrik yang berlokasi di Bandung, Watudakon, Medan, Jakarta dan Semarang. Di tataran jaringan hingga tutup tahun 2015, KAEF diperkuat 735 unit apotek serta 300 klinik

 

*Bisnis Indonesia, Kamis 7 Januari 2015