Jakarta, 6 April 2016 – PT Kimia Farma Tbk dan entitas anak (“Perseroan”) telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2015, di Flores Ballroom Hotel Borobudur Jalan Lapangan Banteng Selatan Jakarta, Pusat yang dihadiri pemegang saham.

 

Dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2015, telah ditetapkan dan diputuskan oleh RUPS, sebagai berikut :

  1. Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2015 termasuk di dalamnya Laporan Kegiatan Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris serta Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015.
  2. Persetujuan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Tahun Buku 2015 serta Pengesahan Laporan Keuangan PKBL yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015.
  3. Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2015 yang dapat diatribusikan sebesar Rp248,84M, untuk Dividen Tahun Buku 2015 sebesar 20%, untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan sebesar 1%, dan sisanya untuk Laba Ditahan.
  4. Penetapan Gaji/Honorarium, Tunjangan dan Fasilitas bagi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan untuk Tahun Buku 2016 dan Tantiem untuk Tahun Buku 2015.
  5. Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2016 dan Laporan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Tahun Buku 2016 kepada Hadori SugiartoAdi & Rekan (member of HLB International).
  6. Pengukuhan Pemberlakukan Peraturan Menteri BUMN PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
  7. Perubahan Susunan Kepengurusan Perseroan, yaitu Dr. Basuki Ranto, MM sebagai Komisaris Independen diganti oleh Muh. Umar Fauzi serta mengangkat kembali jabatan Komisaris Independen, yaitu Prof. Dr. Wahono Sumaryono Apt, Apu yang telah habis masa jabatannya.

Pada tahun 2015, pasar farmasi Indonesia hanya tumbuh sebesar 4,66% menurun drastis dibandingkan dengan tahun 2014 yang tumbuh sebesar 7,12%. Obat resep (etikal) mendominasi sekitar 51% pasar farmasi nasional, obat generik (OGB) sebesar 12% dan sisanya 37% adalah obat bebas (over the counter/OTC). Pendapatan Perseroan tumbuh 7,51%, masih di atas pasar farmasi Indonesia di tahun 2015 yang hanya tumbuh sebesar 4,66%.

Dari sisi kinerja sepanjang tahun 2015, Laporan Kinerja Keuangan Audited per 31 Desember 2015, Perseroan berhasil mencetak Laba Bersih sebesar Rp252,97 miliar atau tercapai 104,72% dari target anggaran 2015 sebesar Rp241,57 miliar dan 98,11% dibandingkan Laba Bersih Tahun 2014 Audited (setelah restatement). Namun sebelum restatement diperoleh kenaikan 6,95% dari Rp236,53 miliar Laba Bersih Perseroan Tahun 2014.

Aset Perseroan tumbuh sebesar 7,42% menjadi Rp3,24 triliun dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp3,01 triliun. Sedangkan Ekuitas mengalami kenaikan sebesar 8,19% menjadi Rp1,86 triliun dibanding tahun 2014 sebesar Rp1,72 triliun.

Sepanjang tahun 2015, Perseroan telah melakukan pengembangan bisnis, untuk meningkatkan kinerja Perseroan dan juga untuk terjaminnya sustainabilty Perseroan antara lain :

 

a. Pembangunan Infrastruktur

-         Pembangunan pabrik bahan baku Garam Farmasi Tahap I dan dilanjutkan dengan pembangunan Tahap II pada Tahun 2016.

-         Pembangunan fasilitas produksi di Banjaran, Bandung dengan kapasitas produksi 4 kali dari saat ini, yang dijadwalkan akan beroperasi pada 2018

-         Pembangunan hotel di Bandung dengan konsep Built Operate & Transfer (BOT) yang direncanakan akan beroperasi pada Tahun 2016

 

b. Penguatan Jaringan Layanan

-         Pembukaan 108 Apotek Kimia Farma menjadi 725 Apotek

-         Pembukaan 62 Klinik Kesehatan Kimia Farma menjadi 315 Klinik

-         Pembukaan 3 Laboratorium Klinik Kimia Farma menjadi 43 Laboratorium Klinik

 

c. Peluncuran Produk Baru

-         Bedak Salycil (kemasan sachet)

-         Taburia Serbuk Oral (kemasan sachet)

-         131I – MIBG Diagnostic / Endoneuroscan KaeF

-         MyHep (Sofosbuvir) Tablet

-         Intratect (IVIG) Injeksi

-         Asifit Kaplet (kemasan blister)

-         Batugin Cair (kemasan sachet)

 

d. Penandatanganan Kerjasama

-         Sungwun Pharmacopia Korea Selatan untuk pembuatan bahan baku obat (Active Pharmaceutical Ingredient) yang pertama di Indonesia.

-         Konsorsium yang beranggotakan Kementerian Perindustrian, Badan Tenaga Nuklir Nasional, Kementerian Kesehatan,

-         Badan Pengawas Obat dan Makanan, Universitas Gadjah Mada dan Ikatan Dokter Indonesia untuk membuat kajian pembangunan program Boron Neuron Capture Therapy (BNCT) untuk teknologi pengobatan Kanker.

-         PT Asuransi Jiwa Mandiri InHealth untuk pelayanan peserta asuransi Mandiri InHealth yang memanfaatkan seluruh layanan kesehatan di seluruh Klinik Kesehatan Perseroan.

-         PT Primera Anggada untuk pendayagunaan aset di Jl. Matraman, Jakarta, dengan konsep Built Operate & Transfer (BOT).

-         PT Pos Indonesia dalam rangka Sinergi BUMN untuk pemanfaatan potensi masing – masing BUMN, yang difokuskan pada pengiriman obat – obatan ke seluruh wilayah Indonesia.

-         RSUD di seluruh Provinsi Sulawesi Utara dalam pelayanan kefarmasian.

-         Bank Indonesia dalam pelayanan kesehatan bagi karyawan di Klinik Kimia Farma seluruh Indonesia.

-         PT PLN dalam pelayanan kesehatan bagi karyawan di Klinik dan Apotek Kimia Farma seluruh Indonesia.