PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Perseroan) menunjukan hasil kinerja semester I-2016 yang memuaskan.

 

Hal ini terlihat dari total revenue pada Semester I-2016 sebesar Rp 2,489 triliun, meningkat 18,07% dibandingkan dengan total revenue pada Semester I - 2015 sebesar Rp 2,108 triliun. Sementara laba bersih perseroan naik 19,70% dari 79,814 miliar pada semester I 2015 menjadi Rp 95,54 miliar pada semester I 2016

Pertumbuhan revenue tersebut diperoleh dari PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD), anak perusahaan yang bergerak di sektor trading & distribution, yang tumbuh sebesar 29,30%. Untuk kinerja anak perusahaan yang bergerak di sektor ritel dan pelayanan kesehatan yaitu PT Kimia Farma Apotek (KFA), pertumbuhan revenue sebesar 14,64%. Sedangkan kinerja anak perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur produk kina yang sebagian besar produknya di ekspor ke luar negeri, yaitu PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL), memberikan kontribusi yang baik, dengan membukukan pertumbuhan revenue sebesar 27,06%.

Untuk terus meningkatkan laju pertumbuhan kinerja Perseroan, manajemen telah merancang grand strategy yakni sedang dibangunnya fasilitas produksi Pabrik Banjaran dengan kapasitas 4 (kali) lipat dari pabrik yang ada sekarang, pembangunan Pabrik Garam Farmasi tahap II dengan kapasitas 4000 ton yang nantinya dapat memenuhi kebutuhan bahan baku Garam Farmasi Indonesia sebesar 6.000 ton/tahun, serta akan dimulainya proses Ground Breaking pabrik PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia yang merupakan pabrik Bahan Baku Obat pertama di Indonesia.

Perseroan akan melakukan Ground Breaking Gedung Rapid Test, yaitu suatu produk alat kesehatan test kit untuk melakukan pendeteksian penyakit seperti HIV, Siphilis, Malaria dan Hepatitis. Untuk tahap selanjutnya akan dikembangkan untuk test kit narkoba dan demam berdarah. Hingga Juni 2016, jaringan layanan kesehatan Perseroan sudah mencapai 770 outlet apotek, 347 klinik kesehatan dan 43 laboratorium klinik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Perseroan menargetkan untuk ekspansi jaringan layanan kesehatan setiap tahunnya sejumlah minimal 100 outlet apotek, 50 klinik kesehatan dan 5 laboratorium klinik. Ekspansi ini juga ditunjukan dengan dilaksanakannya MoU antara Perseroan dengan DWAA LTD CO, perusahaan jaringan kesehatan di Arab Saudi, dalam rangka rencana mengakuisisi sebagian saham dari DWAA LTD CO yang memiliki 30 jaringan kesehatan (apotek,klinik dan laboratorium klinik) di Arab Saudi. Nantinya Perseroan dapat melayani jemaah haji dan umroh Indonesia sekaligus sebagaistep-stone untuk memperluas distribusi produk-produk Perseroan ke pasar internasional.

Dalam optimalisasi asset, Perseroan terus melakukan upaya optimalisasi aset-aset perusahaan dengan menggandeng mitra strategis yang kompeten dan berpengalaman. Seperti pembangunan MOXY Hotel di Dago Bandung, Pembangunan Hotel di Matraman Jakarta serta Pembangunan Rumah Sakit di Saharjo Jakarta, dengan bentuk kerjasama Built Operate Transfer (BOT).