Denpasar – Pada tanggal 8 Agustus 2016 , PT Kimia Farma (Persero) Tbk. melakukan Ground Breaking Gedung Rapid Test, yaitu suatu produk alat kesehatan test kit untuk melakukan pendeteksian penyakit seperti HIV, Siphilis, Malaria dan Hepatitis.

Berdiri di atas lahan milik Perseroan seluas 375 m2 dan berlokasi di Jl Cargo Taman II No 9 Denpasar – Bali, pembangunan dengan nilai investasi 22 miliar ini ditargetkan akan selesai dan mulai beroperasi pada tahun 2017.

Acara ground breaking tersebut di hadiri oleh Komisaris PT Kimia Farma (Persero) Tbk, Jajaran Direksi PT Kimia Farma (Persero) Tbk, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Kepala Balai POM Bali.

Meningkatnya jumlah penderita penyakit menular berbahaya di masyarakat membuat perlu adanya komitmen bersama dari masyarakat serta pemerintah dalam mengurangi jumlah penderita serta menurunkan tingkat penularan dan angka kematian di masyarakat. Beberapa penyakit seperti HIV, Hepatitis, Malaria serta Demam Berdarah merupakan penyakit yang perlu untuk mendapatkan perhatian dan penanganan lebih karena kontribusinya yang tinggi dalam menyumbangkan jumlah angka kematian penduduk.

Perseroan saat ini berencana untuk melakukan perakitan produk rapid test yang pertama diantaranya adalah HIV, Sifilis, Hepatitis C, Dengue, Malaria, Narkoba dan test kehamilan.

Beberapa alat diagnosa yang selama ini digunakan untuk mengidentifikasi suatu penyakit menular atau dianggap berbahaya masih mahal, dan membutuhkan waktu yang lama untuk pengujiannya. Dengan rapid test ini, pemeriksaan atau screening medis awal dapat dilakukan dengan peralatan yang terbatas dan cara yang mudah serta hasil pemeriksaan bisa diterima dalam waktu kurang dari 2 jam.