JAKARTA – PT Kimia Farma (Persero) Tbk menandatangani perjanjian dengan PT Adhi Karya untuk pembangunan struktur dan arsitektur gedung herbal, office dan pendukung fasilitas pabrik Banjaran – Bandung.

Proyek dengan nilai 117 miliar tersebut merupakan pekerjaan pembangunan terakhir untuk keseluruhan proyek Banjaran. Perjanjian Kerjasama dilakukan di Ruang Rapat Serbaguna, 1 Maret 2017, Kantor Pusat Kimia Farma

Belum lama ini, Perseroan juga telah melakukan topping off atas pekerjaan pembangunan gedung Pharma I – Plant Banjaran. Topping off adalah suatu kegiatan pemasangan atau penutupan atap bangunan sebagai tanda berakhirnya proses konstruksi. Untuk pabrik Banjaran tersebut, setidaknya sudah memasuki 80% tahap pembangunan sipil dan diharapkan akan segera beroperasi pada 2018

Perusahaan telah mengalokasikan anggaran Rp1 triliun untuk membiayai pembangunan pabrik tersebut. Pabrik di Banjaran ini merupakan relokasi pabrik yang sebelumnya ada di Jalan Pajajaran, Kota Bandung.

Pabrik seluas 5 ha ini juga ditujukan untuk menambah kapasitas produksi obat dan akan menjadi pabrik farmasi dengan menggunakan high technology yang menggunakan mesin mutakhir.

Pabrik Banjaran ditargetkan mampu memacu kapasitas produksi perseroan hingga empat kali lipat. Penambahan kapasitas ini bertujuan untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan akan obat, seiring penerapan sistem JKN.