Jakarta (13/09) - Rencana penerbitan surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) PT Kimia Farma (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Kimia Farma”) senilai maksimal Rp 1 (satu) triliun telah disetujui oleh Menteri BUMN, Rini M. Soemarno. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kegiatan ekspansi usaha. Penerbitan akan dilakukan dalam dua tahap dengan jangka waktu masing-masing selama tiga tahun dengan kupon 8,10%. Kupon dengan rate tersebut sesuai dengan rating AA- (double A minus) yang diperoleh Kimia Farma dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.

 

Pada triwulan ketiga tahun ini, Kimia Farma akan menerbitkan MTN tahap I sebesar Rp400 miliar antara lain untuk pendanaan ekspansi usaha (CAPEX dan OPEX) serta refinancing beberapa hutang yang tingkat bunga/kupon relatif lebih tinggi. Sementara itu, MTN tahap II yang akan diterbitkan pada  triwulan I tahun 2018 dengan nilai sebesar Rp600 miliar akan digunakan untuk membiayai  ekspansi  melalui  investasi  beberapa  proyek  lain  dari  Kimia Farma Group.

Pada semester I Tahun 2017, Kimia Farma mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,63 triliun, meningkat sebesar 5,85% dari pendapatan  semester  I  tahun  2016  yang sebesar Rp2,49 triliun, sejalan dengan hal tersebut, Laba bersih semester I tahun 2017 tercatat sebesar Rp98,17  miliar meningkat sebesar 2,75% dari semester I tahun 2016 yang sebesar Rp95,54 miliar. Untuk Total Aset Perseroan pada semester I tahun 2017 tercatat sebesar Rp4,97 triliun, meningkat sebesar 30,46% dibandingkan dengan Total Aset pada semester I tahun 2016 yang sebesar Rp3,81 triliun. Pertumbuhan Aset tersebut merupakan cerminan dari meningkatnya Aset Lancar Perseroan dimana pada semester I tahun 2017 tercatat sebesar Rp2,94 triliun atau meningkat sebesar 30,40% dari periode sebelumnya yang sebesar Rp2,25 triliun. Sedangkan prognosa sampai dengan akhir tahun 2017, untuk pendapatan dan laba bersih ditargetkan meningkat 15-20 % dibandingkan tahun 2016.

Pada 13 September 2017 berlokasi di Hotel Red Top, dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Penerbitan dan Penunjukan Agen Pemantau MTN Tahap I Tahun 2017 antara Kimia Farma dengan PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas,  PT Indo Premier Sekuritas sebagai arranger dan Bank BNI sebagai agen pemantau. Penerbitan MTN ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan yang saat ini sebagian berasal dari kredit perbankan dan merupakan alternatif pendanaan dengan cost of fund yang lebih efisien.

 

Sekilas Perseroan

PT Kimia Farma (Persero) Tbk adalah BUMN Farmasi terbesar di Indonesia dengan layanan Healthcare  Company  dari  hulu  ke hilir yang meliputi Pabrik, Research & Development, Marketing, Busines International, Trading & Distribution, Layanan Apotek, Diagnostik, dan Klinik Kesehatan. Perseroan saat ini memiliki anak perusahaan untuk mendukung bisnis utamanya yaitu PT Kimia Farma Apotek (retail kesehatan), PT Kimia Farma Trading & Distribution (trading & distribution), PT Sinkona Indonesia Lestari (manufaktur kina dan turunannya), PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (manufaktur bahan baku obat). Hingga Agustus 2017, Perseroan memiliki 955 jaringan Apotek, dengan 429 Klinik Kesehatan, 46 Laboratorium Klinik dan memilki 47 cabang Trading & Distribution.

Kimia Farma selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan solusi kesehatan yang terbaik  bagi  masyarakat.  Apabila  ada hal-hal yang ingin dikonsultasikan dan ditanyakan, bisa menghubungi contact center “Kimia Farma Care” di nomor 1-500-255, dari Senin – Minggu pukul 07.00 – 21.00 WIB (pulsa lokal). Dalam contact center tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi yang diperlukan, baik konsultasi obat secara langsung dengan Apoteker, lokasi apotek Kimia Farma terdekat dan informasi lainnya.