Kimia Farma Siap Ekspansi 10 Outlet Kesehatan dan Kecantikan

Perseroan siap menggenjot ekspansi dengan menargetkan membuka sekitar 10 outlet segmen Health & Beauty di 2019. Perseroan membuka outlet perdana Kimia Farma Health & Beauty di Surabaya untuk menyasar segmen milenial dan profesional yang aktif, dinamis, dan serba praktis. 

Selengkapnya...

PREVIOUS INFORMATION


Emil Dardak Resmikan Outlet Kimia Farma Health & Beauty

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meresmikan outlet Kimia Farma Health & Beauty di Mall Tunjungan Plaza 3 lantai LG no 16-17, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (28/3/2019)

"Terima kasih kepada Kimia Farma yang telah memberikan privilege untuk masyarakat Jawa Timur khusunya Surabaya dengan kehadiran Kimia Farma Health & Beauty Store yang pertama," kata Emil

Selengkapnya...

Optimis Kurs Stabil, Kimia Farma (KAEF) Tetap Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Perkiraan bahwa kurs rupiah akan lebih stabil dan menguat di tahun ini tentu merupakan berita baik bagi produsen farmasi. Tak terkecuali PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang sebagian besar bahan bakunya diperoleh dari impor.

Ganti Winarno, Sekretaris Perusahaan KAEF mengatakan perseroan cukup optimis tahun ini bakal lebih baik dibandingkan tahun lalu. "Terkait dengan kurs, tentunya seluruh pelaku industri farmasi akan memiliki dampak positif mengingat hampir sebagian besar bahan baku farmasi masih impor," terangnya kepada Kontan.co.id, Kamis (17/1).

Selain itu perseroan juga telah meneken kontrak bahan baku selama 2 tahun mulai dari 2018 kemarin dan 2019 sekarang untuk menekan biaya bahan baku tersebut. Manajemen menjelaskan beban pokok penjualan KAEF tidak sampai 90%, tetapi terjaga dikisaran 60% hingga 65% terhadap pendapatan.

Selengkapnya...

Kimia Farma Sasar Industri Lifestyle dan Kecantikan

Peta pasar kesehatan mengalami disrupsi seiring dengan penerapan program BPJS Kesehatan. Pasalnya, kini orang yang sakit sudah dapat di-cover dengan BPJS. Hal ini berdampak pada proses bisnis Kimia Farma, yang awalnya hidup dari sektor pasar pemerintah.

 “Jadi, yang dulunya Kimia Farma menyediakan obat yang mengobati orang sakit, sekarang (obatnya) sudah ditangani BPJS. Kami sebenarnya sudah tidak bisa lagi mendapatkan pasien kalau kami tidak berbuat sesuatu,” ungkap Pujianto, Direktur Pengembangan Bisnis Kimia Farma pada acara National Workshop Series on Innovation and Technology di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Selengkapnya...