Peta pasar kesehatan mengalami disrupsi seiring dengan penerapan program BPJS Kesehatan. Pasalnya, kini orang yang sakit sudah dapat di-cover dengan BPJS. Hal ini berdampak pada proses bisnis Kimia Farma, yang awalnya hidup dari sektor pasar pemerintah.

 “Jadi, yang dulunya Kimia Farma menyediakan obat yang mengobati orang sakit, sekarang (obatnya) sudah ditangani BPJS. Kami sebenarnya sudah tidak bisa lagi mendapatkan pasien kalau kami tidak berbuat sesuatu,” ungkap Pujianto, Direktur Pengembangan Bisnis Kimia Farma pada acara National Workshop Series on Innovation and Technology di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Oleh karena itu, Kimia Farma bertransformasi menjadi healthcare company.  Pada perkembangan berikutnya, Kimia Farma membuat klinik dokter dan hal tersebut diperlukan oleh BPJS. “Setelah Kimia Farma obatnya sudah dipakai BPJS, obat kami sudah terstandar. Kami punya banyak produk, klinik, dan laboratorium. Namun, kami tidak puas di situ. Kami ingin membidik orang-orang yang tidak hanya sakit, tapi ingin sehat dan cantik,” jelas Pujianto.

 Ia juga menambahkan, “Kami sadar bahwa ternyata di Indonesia, untuk kesehatan sudah tidak bisa lagi dikembangkan, tetapi ada peluang (pasar) masyarakat Indonesia yang tidak hanya ingin sembuh dari penyakit, tapi juga ingin membangun lifestyle sehat dan menjadi cantik.”

 Sehubungan dengan visi tersebut, Kimia Farma selama tiga tahun terakhir banyak mengembangkan produk untuk lifestyle dan kosmetik, yakni produk Marck’s dan Venus. Marck’s merupakan produk kosmetik ringan sementara produk Venus lebih fokus ke kosmetik berat.

Pujianto mengaku pihaknya lebih leluasa bergerak dalam industri kosmetik karena dari sisi harga tidak diatur oleh pemerintah. Selain itu, dari sisi promosi pun lebih mudah untuk mendorong konsumen membeli produk.

Ke depan, Kimia Farma berencana ingin menggarap pasar kosmetik dari hulu ke hilir seperti bisnis pendahulunya, obat-obatan. Pembangunan beauty clinic adalah salah satu implementasi dari visi tersebut.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

STOCK PRICE

grafik KAEF.JK
3.280 (+1,70%)
Prev Close : 2.350
Volume : 31.800
BPOMLogo Badan POM kemenbumnlogo Kementerian BUMN
Kemenkeslogo Kementerian Kesehatan beilogo PT. Bursa Efek Jakarta

CURRENCY RATES