Profil Kimia Farma

PROFIL KIMIA FARMA

Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Nama perusahaan ini pada awalnya adalah NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Berdasarkan kebijaksanaan nasionalisasi atas eks perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan, pada tahun 1958, Pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi) Bhinneka Kimia Farma. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1971, bentuk badan hukum PNF diubah menjadi Perseroan Terbatas, sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Kimia Farma (Persero).

Latest News

Kimia Farma Kembangkan Gerai Health and Beauty di Kawasan Wisata - Bali

Kimia Farma menghadirkan gerai ketiga "Kimia Farma Health and Beauty" di kawasan Seminyak, Kabupaten Badung, Bali untuk memudahkan masyarakat memperoleh produk kesehatan dan kosmetik yang berkualitas setelah sebelumnya Kimia Farma Health and Beauty diresmikan di Tunjungan Plaza, Surabaya, dan Trans Studio Mall, Cibubur, Jakarta.

Kimia Farma saat ini telah memiliki 1.276 gerai di seluruh Indonesia, bahkan juga hadir hingga daerah-daerah terluar di Nusantara dan tidak menutup kemungkinan akan menggandeng mitra lokal dalam memasarkan produknya

Perluas Pasar Ekspor, Phapros Jajaki Peru

Terdapat hubungan yang baik antar Indonesia dengan Peru, dimana kami mengetahui kebutuhan yang besar atas produk obat Tuberkulosis (TBC) di Peru, termasuk upaya untuk  menekan prevalensi kasus penyakit tersebut disana. Sehingga kami siap menjalin kerjasama dengan Peru di 2018 untuk produk obat TBC yang juga merupakan salah satu produk unttulan PEHA hasil pengembangan sendiri. Kerjasama di 2018 tersebut kemudian diwujudkan melalui ekspor perdana kami ke Peru di 28 Oktober 2019 dan dilakukan oleh anak usaha Kimia Farma PT Phapros, Tbk

Info KEGIATAN

Kimia Farma Mengajar, Menginsprasi Siswa Serentak di 48 Daerah |

Pengenalan profesi memberikan pengetahuan tentang cita-cita serta cara untuk menggapai cita-cita. Anak-anak di sekolah dasar memasuki tahapan play stage, dimana anak-anak meniru orang dewasa namun belum sepenuhnya sadar dengan apa tujuan dari yang ia lakukan tersebut sehingga daya imajinasinya bermain untuk dapat meniru profesi yang ia lihat secara visual.