PROGRAM TJSL

Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Kimia Farma merupakan program yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) /Sustainable Development Goals (SDGs) dan mendukung bisnis inti perusahaan. Kimia Farma menginisiasi program berdasarkan pada kondisi masyarakat Indonesia dengan mempertimbangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Program TJSL dibuat guna menemukan titik keseimbangan antara peningkatan kinerja perusahaan dengan pengembangan masyarakat, yang mana program-program tersebut dapat memberikan imbal balik atau shared value yang positif terhadap perusahaan.

Pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) Kimia Farma mengadopsi pola yang dikembangkan dalam ISO 26000 tentang Panduan Tanggung Jawab Sosial (Guidance on Social Responsibility) yang diselaraskan dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dengan 169 target.

8 Target Prioritas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Kimia Farma

17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berupaya mencari solusi atas tantangan terbesar yang dihadapi dunia. Tujuan tersebut menjadi pademan bagi Kimia Farma dalam memberikan dan menciptakan inovasi strategis dalam implementasi program baik bagi lingkungan, sosial dan ekonomi.

Sehingga dari total 17 TPB tersebut kami memberikan inovasi secara langsung berkontribusi terhadap 8 Target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) sebagai prioritas bagi perusahaan, namun tidak tetap mendukung pencapaian lainnya yaitu meliputi :

Adapun beberapa landasan hukum Program TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) atau CSR mengacu pada KEP-100/MBU/2002 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara, UU-40-2007 Tentang Perseroan Terbatas, PP Nomor 47 Tahun 2012 Tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas, dan PER-05/MBU/04/2021 Tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.

Program TJSL merupakan komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan dengan memberikan manfaat pada ekonomi, sosial, lingkungan serta hukum dan tata kelola. Hal ini sejalan dengan orientasi SDGs yang terbagi menjadi empat pilar, diantaranya ialah :

- Pilar Sosial : Untuk tercapainya pemenuhan hak dasar manusia yang berkualitas secara adil dan setara untuk meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat

- Pilar Ekonomi : Untuk tercapainya pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui keberlanjutan peluang kerja dan usaha, inovasi, industri inklusif, infrastruktur memadai, energi bersih yang terjangkau dan didukung kemitraan

- Pilar Lingkungan : Untuk pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan sebagai penyangga seluruh kehidupan

- Pilar Hukum dan Tata Kelola : Untuk terwujudnya kepastian hukum dan tata kelola yang efektif, transparan, akuntabel dan partisipatif untuk menciptakan stabilitas keamanan dan mencapai negara berdasarkan hukum

Kimia Farma pun berupaya untuk senantiasa menciptakan nilai bersama (creating shared value) dengan pemangku kepentingan, dengan menjadikan perusahaan yang mampu memberikan nilai yang lebih baik untuk pembangunan sosial dan kelestarian lingkungan yang tentunya sustainable bagi bisnis perusahaan. Pendekatan Creating Shared Value (CSV) adalah suatu kerangka untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus mengatasi kebutuhan dan tantangan sosial masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen Kimia Farma untuk senantiasa meningkatkan nilai atau manfaat keberlanjutan yakni meningkatkan kontribusi terbaik untuk pembangunan negeri. Komitmen lainnya yaitu meningkatkan dampak positif bagi kelestarian lingkungan untuk menuju perwujudan Green Industry, meningkatkan sumbangsih terbaik untuk masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan karyawan serta meningkatkan layanan terbaik kepada pelanggan.

Program TJSL Kimia Farma mengacu pada 4 pilar utama dengan masing-masing program unggulannya :

A. KAEF HEBAT

Merupakan komitmen Kimia Farma dalam menghasilkan generasi penerus bangsa yang hebat. Ada beberapa program dalam pilar KAEF Hebat diantaranya Generasi Hebat, Kimia Farma Mengajar, dan Dana Apresiasi Siswa Berprestasi. KAEF Hebat berfokus pada SDG poin 4 yaitu Pendidikan Berkualitas, SDG poin 5 yaitu Kesetaraan Gender dan SDG poin 16 yaitu Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh.

GENERASI HEBAT

Merupakan program kegiatan pendampingan selama 6 bulan mengenai bahaya Narkoba, kekerasan terhadap perempuan, dan seks bebas yang ditujukan untuk anak-anak Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat untuk menciptakan Generasi Hebat yang sehat, berani dan kuat. Program Generasi Hebat sejalan dengan SDGs poin 3 (menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan), 5 (Kesetaraan Gender) dan 16 (Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh).

KIMIA FARMA MENGAJAR

Bertujuan memberikan pengetahuan dan wawasan kepada siswa-siswi (SD sederajat) di sekolah dengan jangkauan seluruh Indonesia mengenai berbagai profesi serta memberikan inspirasi untuk menggapai cita-cita. Dalam pelaksanaannya, para Karyawan Kimia Farma Group dilibatkan menjadi Relawan Pengajar yang menyampaikan berbagai profesi dengan menggunakan bermacam alat peraga guna memudahkan siswa memahami apa yang disampaikan. Melalui program Kimia Farma Mengajar dapat meningkatkan kepedulian karyawan kepada anak-anak penerus bangsa.

DANA APRESIASI SISWA BERPRESTASI

Merupakan bantuan yang diberikan kepada anak dari keluarga karyawan/karyawati tetap dengan golongan pelaksana di bawah level supervisor di lingkungan Holding BUMN Farmasi seluruh Indonesia. Pemberian bantuan dalam 1 keluarga dapat untuk 2 siswa/siswi. Rincian wilayah meliputi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jabodetabek dan Banten, Jawa Barat, Jateng dan DIY, Jawa Timur, Bali Nusra, Kalimantan, serta Sulmapu (Sulawesi, Maluku dan Jayapura). Mata pelajaran yang dijadikan sebagai pertimbangan pemberian dana apresiasi adalah : Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, PKN, dan Bahasa Inggris dengan rata-rata nilai 8,5.

B. KAEF PINTAR

Pilar utama program TJSL Kimia Farma yang berfokus pada SDG poin 4 tentang pendidikan berkualitas. Berkomitmen menciptakan talent-talent baru di Kimia Farma yang pintar dan dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan.

BASECAMP

BASECAMP atau Beasiswa Sosial Project Camp merupakan program bantuan beasiswa bagi mahasiswa terbaik di berbagai jurusan dalam pengembangan industri farmasi dengan memberikan coaching dan pendampingan dalam pengembangan kompetensi serta pendanaan dalam implementasi project sosial lingkungan. Hal ini sebagai salah satu upaya pemberdayaan kepada masyarakat yang dilakukan langsung oleh mahasiswa.

Melalui Social Project, mahasiswa diharapkan dapat mengasah jiwa sosialnya dan membantu masyarakat dalam penerapan usaha dan teknologi dengan meningkatkan pengetahuan dan keahlian dasar masyarakat sekitar. Program Basecamp ini merupakan program yang termasuk dalam Create Share Value (CSV), yaitu menciptakan nilai ekonomi sekaligus mengatasi kebutuhan dan tantangan sosial masyakarat. Dalam program BASECAMP, Kimia Farma akan memberikan kesempatan kepada penerima beasiswa terbaik yang telah diberikan pelatihan dan melaksanakan project sosialnya untuk dapat bergabung menjadi karyawan Kimia Farma.

C. KAEF KREATIF

Pilar utama program TJSL Kimia Farma yang berfokus pada SDG poin 8 tentang Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak untuk semua. Menunjukkan komitmen Kimia Farma untuk senantiasa menghadirkan Peningkatan Nilai Keberlanjutan Untuk Pembangunan Negeri baik dampak ekonomi langsung maupun tidak langsung.

DESA BINAAN KIMIA FARMA

Merupakan program pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan pembangunan ekonomi berbasis potensi lokasi melalui pembentukan kelompok usaha. Program ini dibentuk untuk masyarakat guna meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pelatihan dan peningkatan pemanfaatan sumber daya alam sekitar, serta memberikan solusi peningkatan pemanfaatan sumber daya alam sekitar, serta memberikan solusi peningkatan kesejahteraan melalui pemberian modal usaha dan pendampingan. Hingga tahun 2022, Kimia Farma memiliki 3 desa binaan dengan lokasi dan kategori yang berbeda. Adapun kategori desa binaan Kimia Farma diantaranya adalah Desa Sehat, Desa Wisata, dan Desa Kreatif.

1. Desa Semen di Kab. Blitar : Kimia Farma memberdayakan 17 warga di Desa Semen untuk menciptakan lingkungan desa wisata yang dapat mandiri dalam mengolah limbah atsiri yang nantinya diolah menjadi produk sabun cuci piring, sabun cuci tangan dan sabun mandi cair. Selain itu minyak atsiri yang diolah oleh Petani Binaan Kimia Farma juga dimanfaatkan PT Sinkona Indonesia Lestari (Anak Usaha Kimia Farma) untuk bahan baku produk Selensia (essential oil).

2. Desa Katongan di Kab. Gunung Kidul : Kimia Farma memberikan pelatihan dengan fokus industri kreatif berupa pendampingan serta modal usaha kepada 19 warga di Desa Katongan. Adapun produk yang dihasilkan berupa olahan makanan yang berbahan dasar sayur yakni stik aloe vera, seledri dan sawi.

3. Desa Gili Gede Indah di Kab. Lombok Barat : Kimia Farma memberikan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Gili Indah untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan di sana, diantaranya dengan mengadakan program jamban sehat, program eliminasi stunting dengan pembentukan pos gizi balita, pendampingan ibu menyusui, dan kelas ibu hamil, dll.

UKMK ACADEMY

Merupakan program pelatihan dan pengembangan usaha UMKM Binaan Kimia Farma yang dilakukan secara daring yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing usaha agar lebih mandiri. Melalui program ini, Kimia Farma juga membantu pemberian kepemilikan legalitas serta sertifikasi usaha dan produk kepada UMKM yang belum mengantongi izin usaha.

PENDANAAN UMKM

Pendanaan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) adalah program untuk meningkatkan kemampuan usaha mikro dan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri yang diberikan dalam bentuk pinjaman dana yang bersumber dari dana bergulir. Melalui program ini Kimia Farma membantu pelaku UMKM yang telah menjadi Mitra Binaan Kimia Farma untuk menjadi UMKM Naik Kelas. Kimia Farma memiliki 7 (tujuh) kriteria agar para mitra menjadi lebih baik lagi melalui peningkatan kapasitas usahanya, yakni :

- Peningkatan jumlah pegawai

- Peningkatan nilai pinjaman

- Peningkatan kapasitas produksi

- Peningkatan omzet

- Pelibatan masyarakat sekitar untuk menghasilkan produk

- Pemasaran produk di luar kota/negeri

- Memperoleh sertifikat nasional/internasional

D. KAEF SEHAT

Pilar utama program TJSL Kimia Farma yang berfokus pada SDG poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. Menunjukkan komitmen Kimia Farma dalam menghasilkan Kesehatan yang berkualitas di Indonesia. Dengan fokus meningkatkan kualitas Kesehatan masyarakat serta menyelamatkan ibu dan balita dalam pencegahan stunting.

KLINIK APUNG

Memberikan akses layanan kesehatan untuk masyarakat daerah terpencil dengan berbagai program berupa pelayanan kesehatan gratis, program kawasan sehat, pos gizi dan stunting, program jamban sehat, pendampingan pasien Penyakit Tidak Menular (PTM), dan pembentukan kader sehat. Klinik Apung Kimia Farma telah ada sejak 2019 dengan 2 kapal berlayar di Lombok Barat, NTB dan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Wilayah jangkauan Klinik Apung di Lombok Barat ada 7 yaitu Teluk Gok, Cemare, Telaga Lupi, Geresak, Gedang Siang, Pegametan, dan Labuan Cenik. Sedangkan di Kepulauan Seribu menjangkau sebanyak 8 pulau diantaranya Pulau Lancang, Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Harapan (Kelapa), Pulau Pelangi, Pulau Panggang, dan Pulau Pramuka. Adapun pencapaian program Klinik Apung Kimia Farma diantaranya adalah menurunkan angka stunting pada bayi, terpantaunya gizi ibu dan bayi di Kepulauan, terciptanya lingkungan bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS), terkelolanya pasien dengan Penyakit Tidak Menular, terciptanya lingkungan hijau produktif.

BIDAN INSPIRATIF UNTUK NEGERI

Merupakan program kesehatan untuk mendukung pencegahan stunting atau bayi kurang gizi. Program ini sekaligus menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di berbagai pelosok negeri melalui penguatan kompetensi bidan. Dalam pelaksanaannya, Kimia Farma memberikan pembinaan dan pembiayaan untuk merealisasikan ide-ide inspiratif dari para Bidan terpilih yang telah lolos seleksi. Outcome yang akan dicapai yaitu terciptanya ibu sehat dan bayi kuat, sehingga dapat membantu pemerintah dalam mengurangi masalah stunting dan peningkatan angka kematian Ibu dan bayi. Pada tahun 2020-2021, program Bidan Inspiratif dilaksanakan di lokus stunting Kabupaten Tangerang, Banten. Adapun pencapaian program Bidan Inspiratif diantaranya adalah menurunkan 25% prevalensi stunting pada anak usia di bawah 5 tahun, menurunkan 29,15% prevalensi anemia pada ibu hamil, menurunkan 30% prevalensi malnutrisi anak usia 5 tahun, meningkatkan 25% ASI ekslusif pada bayi 6 bulan, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), penurunan Angka Kematian Bayi (AKB), penurunan jumlah ibu hamil anemia, peningkatan cakupan imunisasi balita, imunisasi pada 319 anak, memberikan pelayanan Keluarga Berencana (KB) kepada 1.115 warga, melakukan pelayanan kesehatan esensial kepada 1.555 warga sekitar dan membantu 89 kelahiran warga sekitar. Bidan dengan project inovasi terbaik berkesempatan untuk mendapatkan penghargaan The Most Inspiring Project dari Kimia Farma. Total Bidan Inspiratif Kimia Farma hingga tahun 2022 sebanyak 37 orang. Para bidan akan diberikan pelatihan implementasi project inovasi selama 7 hari dan studi banding dengan Bidan di Baduy. Project inovasi akan diimplementasikan di wilayah Bidan masing-masing selama 6 bulan dan dilakukan pula pengukuran dampaknya. Tahun 2022 implementasi project dilakukan di lokus stunting tingkat nasional diantaranya Aceh, Sumatera Selatan, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.