Profil Kimia Farma

PROFIL KIMIA FARMA

Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Nama perusahaan ini pada awalnya adalah NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Berdasarkan kebijaksanaan nasionalisasi atas eks perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan, pada tahun 1958, Pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi) Bhinneka Kimia Farma. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1971, bentuk badan hukum PNF diubah menjadi Perseroan Terbatas, sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Kimia Farma (Persero).

Latest News

T BONE KAEF Sebagai Solusi Terapi Kanker Hasil Kerjasama Kimia Farma dengan PTPRR BATAN Untuk Pembebas Rasa Nyeri I

Bukti inovasi antara Kimia Farma dan PTRR BATAN diperkenalkan dalam pertemuan ilmiah tahunan PIT PKNI dimana TBONE KAEF merupakan salah satu dari lima inovasi yang diciptakan selama 10 tahun terakhir

Produk TBONE KAEF mampu mengurangi rasa sakit tulang berkisar antara 60 hingga 80 persen bagi penderita kanker sehingga bisa meringankan biaya pengobatan yang berulang

 

Buka Apotek di Palopo, Kimia Farma Tawarkan Konsultasi Gratis I

Apotek Kimia Farma Palopo diresmikan. Peresmiannya dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Palopo, H Jamaluddin, Sabtu (8/9).

Kimia Farma sendiri merupakan perusahaan jaringan layanan kesehatan yang terintegrasi terbesar di Indonesia ‘Health care provider company’ .

Semoga kehadiran Kimia Farma semakin memberikan kesehatan bagi kami. Terkait klinik konsultasi, semoga membantu para Perawat dan Dokter yang ada di palopo

Info KEGIATAN

Kimia Farma Peduli Lombok : Salurkan Obat DiaResQ & Ajarkan Pola Hidup Bersih dan Sehat |

Lombok - NTB, (20/9) – Gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya menimbulkan banyak korban jiwa, tapi juga kerugian materi. Berdasarkan data Posko Tanggap Gempa Lombok pada pertengahan Agustus 2018, tercatat 352.793 jiwa meninggali posko-posko pengungsian.