Profil Kimia Farma

PROFIL KIMIA FARMA

Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Nama perusahaan ini pada awalnya adalah NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Berdasarkan kebijaksanaan nasionalisasi atas eks perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan, pada tahun 1958, Pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi) Bhinneka Kimia Farma. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1971, bentuk badan hukum PNF diubah menjadi Perseroan Terbatas, sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Kimia Farma (Persero).

Latest News

Kimia Farma Masuk Jajaran Top 100 Enterprises 2018

 

Jakarta, (29/6) - Memasuki paruh kedua tahun 2018, PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Kimia Farma) diganjar penghargaan Best in Pharma Industry dalam ajang WE Top 100 Enterprises 2018 di Balai Kartini, Jakarta, pada Jumat, 29 Juni 2018.

Penghargaan disampaikan oleh Muhamad Ihsan selaku CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi kepada GM Sekretaris Perusahaan, Ganti Winarno Putro.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Warta Ekonomi, Kimia Farma bersama 99 perusahaan lainnya unggul dari segi keuangan, inovasi perusahaan, publikasi media melalui media monitoring dan menjadi pilihan konsumen. Penilaian secara komprehensif tersebut dilakukan terhadap 960 perusahaan di Indonesia dari berbagai sektor industri.

Kimia Farma menjadi satu-satunya BUMN Farmasi yang memperoleh penghargaan tersebut. Beberapa perusahaan farmasi yang meraih WE Top 100 Enterprises 2018 diantaranya PT Kalbe Farma Tbk dan PT Tempo Scan Pacific Tbk.

Kimia Farma terus berupaya  untuk berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui produk dan layanan healthcare & farmasi untuk kesehatan mayarakat dengan mengedepankan inovasi sehingga dapat bersaing dan tetap bertahan meng

ikuti perkembangan zaman.

Dua Tahun Berturut-Turut, Kimia Farma Diganjar Top 100 Most Valuable Brand

 

 

Jakarta, (31/5) - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Kimia Farma) sebagai BUMN Farmasi terbesar berhasil masuk dalam Top 100 Most Valuable Brand di Indonesia. Pencapaian ini merefleksikan konsistensi Kimia Farma dalam meningkatkan performance karena dalam dua tahun terakhir diganjar penghargaan ini.

Hadir menerima penghargaan, GM Keuangan dan Akuntansi Kimia Farma Agus Chandra dalam ajang Brand Finance Indonesia’s Top 100 Most Valuable Brands pada Kamis, 31 Mei 2018 di Jakarta.

Indonesia's Top 100 Most Valuable Brands 2018 diselenggarakan oleh Majalah SWA dan Brand Finance melalui pemeringkatan Brand Value yang diperoleh dari analisis Brand Finance terhadap Brand Strength Index (BSI) setiap perusahaan yang berada dalam jajaran peringkat.Data yang digunakan untuk pemeringkatan tersebut diperoleh dari informasi perusahaan, Bloomberg, laporan tahunan perusahaan serta riset yang dilakukan oleh Brand Finance.

Kimia Farma menjadi satu-satunya BUMN Farmasi yang berhasil masuk dalam Top 100 Most Valuable Brands 2018 bersama dengan perusahaan farmasi dan healthcare lain, yaitu PT Kalbe Farma Tbk dan PT Tempo Scan Pacific Tbk. Kimia Farma bertekad untuk proaktif melakukan inovasi dalam memberikan produk dan layanan kesehatan bagi masyarakat seiring dengan upaya memberikan profit bagi para stakeholder.

Info KEGIATAN

Agent of Change beserta PKBL & CSR Kimia Farma Peduli Korban Kebakaran Krukut

Jakarta, (2/02) - Kebakaran terjadi di 10 RT (Rukun Terangga) di Kelurahan Krukut, Tamansari, Jakarta Barat pada 27 Januari 2018. Ratusan rumah di kawasan permukiman habis dilalap si jago merah. Sebanyak 1.327 orang, 386 diantaranya anak-anak, kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi.

Agent of Change (AoC) Kantor Pusat beserta Sub Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan & Corporate Social Responsibility (PKBL & CSR) PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Perseroan) menggalang gerakan Peduli Korban Kebakaran. Para pegawai Perseroan menyalurkan donasi baik uang maupun barang-barang yang dibutuhkan oleh para pengungsi.

Jumat, 2 Februari 2018, AoC Kantor Pusat beserta PKBL & CSR Kimia Farma bergerak menuju lokasi pengungsian yang tak jauh dari Kantor Pusat Perseroan. Cuaca panas terik tak menyurutkan semangat mereka untuk mendistribusikan bantuan ke Posko Bantuan Bencana, Posko Kesehatan dan melihat secara langsung area permukiman sisa kebakaran. Beberapa diantaranya pun berinteraksi dengan warga di tempat pengungsian.

Dalam kesempatan ini, Perseroan memberikan bantuan berupa obat-obatan, vitamin, peralatan mandi, perlengkapan balita, sembako, dan pakaian. Diharapkan ketersediaan bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan para pengungsi hingga beberapa waktu ke depan lantaran mereka mendiami tenda pengungsian dalam rentan waktu 6 bulan untuk renovasi kediaman.

Selain untuk meringankan beban yang dipikul oleh para pengungsi, kegiatan Peduli Korban Kebakaran ini merupakan wujud aksi AoC Kantor Pusat beserta PKBL & CSR Kimia Farma dalam mengimplementasikan budaya perusahaan ICARE yang tidak hanya berdampak di lingkungan internal Perseroan saja akan tetapi juga untuk masyarakat sekitar.

Agent of Change atau AoC merupakan karyawan pilihan di Perseroan sebagai pemicu atau "katalis" perubahan perilaku karyawan agar menerapkan budaya perusahaan ICARE (Innovative, Customer First, Accountable, Responsible, Eco Friendly). AoC terpilih harus memiliki nilai-nilai ICARE tersebut dan mampu mempengaruhi lingkungan sekitarnya untuk dapat mengimplementasikan ICARE sehingga memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan.