TRANSFORMASI BISNIS DAN KEUANGAN, KIMIA FARMA BANGUN FONDASI PERTUMBUHAN

PT Kimia Farma (Persero) Tbk (“Perseroan”) mencatatkan perbaikan kinerja keuangan yang signifikan hingga kuartal III 2026. Di samping mampu mempertahankan angka penjualan sebesar Rp7 triliun, Perseroan berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp227 miliar, meningkat 129,31% YoY dibandingkan Rp99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA juga tumbuh 32,04% YoY menjadi Rp503 miliar dari Rp381 miliar pada kuartal III 2025. Sementara itu, rugi bersih berhasil ditekan dan menyusut menjadi Rp13 miliar atau membaik Rp221 miliar dibandingkan rugi bersih Rp234 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Capaian tersebut mencerminkan kemajuan dalam pelaksanaan transformasi bisnis dan keuangan Perseroan, khususnya melalui penguatan kinerja operasional, peningkatan efisiensi, dan optimalisasi pengelolaan sumber daya. Perbaikan pada indikator laba usaha dan EBITDA juga menjadi bagian penting dari upaya Kimia Farma untuk memperkuat fundamental bisnis serta menjaga momentum pemulihan kinerja secara berkelanjutan. Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk, Djagad Prakasa Dwialam, menyampaikan bahwa kinerja hingga Triwulan III 2026 menunjukkan perkembangan positif dari proses transformasi yang sedang dijalankan Perseroan. “Kinerja Perseroan sampai dengan Triwulan III 2026 menunjukkan bahwa proses menuju turnaround terus berjalan dengan arah yang positif. Pertumbuhan laba usaha sebesar 129,31% dan EBITDA sebesar 32,04% mencerminkan perbaikan fundamental kinerja operasional serta hasil dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis. Kami akan terus menjaga momentum ini dengan memperkuat fundamental usaha dan memastikan setiap langkah transformasi memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan Perseroan,” ujar Djagad. Selain perbaikan laba usaha dan EBITDA, Perseroan juga berhasil menekan rugi bersih secara signifikan. Dari rugi bersih Rp234 miliar pada Triwulan III 2025, angka tersebut turun menjadi Rp13 miliar pada periode yang sama tahun 2026, atau membaik sekitar 94,49%.

“Penurunan rugi bersih tersebut merupakan perkembangan penting dalam perjalanan transformasi Kimia Farma. Fokus kami bukan hanya memperbaiki capaian keuangan dalam jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang lebih sehat, memperkuat disiplin operasional, dan meningkatkan daya saing Perseroan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan,” tambah Djagad.

Enam Pilar Transformasi untuk Menjaga Momentum Perbaikan
Untuk menjaga keberlanjutan perbaikan kinerja, Kimia Farma telah dan terus menjalankan transformasi melalui enam pilar utama, yaitu ketahanan modal kerja, penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG), serta sinergi antar entitas Kimia Farma Grup. Pada aspek keuangan, Perseroan terus memperkuat pengelolaan modal kerja dan likuiditas agar kegiatan operasional dapat berjalan lebih efektif. Dari sisi operasional, peningkatan efisiensi dan produktivitas dilakukan melalui pengendalian biaya, optimalisasi pemanfaatan aset, serta penguatan pengelolaan portofolio produk dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar dan kontribusinya terhadap kinerja bisnis. Sementara itu, digitalisasi proses bisnis, peningkatan kompetensi SDM, dan penguatan tata kelola menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih adaptif, produktif, dan akuntabel. Sinergi antarentitas Kimia Farma Grup juga terus didorong untuk mengoptimalkan kapabilitas yang dimiliki, memperkuat koordinasi, serta menciptakan nilai tambah bagi Perseroan secara keseluruhan

Fokus Kuartal IV 2026 dan ke depan : Meneruskan Penguatan Fundamental dan Penyelesaian Tantangan masa lalu
Memasuki kuartal IV 2026, Perseroan melanjutkan transformasi tata kelola dan penguatan fundamental bisnis sebagai prioritas utama. Pembenahan diarahkan pada penguatan pengendalian internal, pengelolaan risiko, disiplin pengambilan keputusan, serta akuntabilitas untuk mendukung pengelolaan perusahaan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Pada aspek bisnis dan keuangan, Perseroan melanjutkan penguatan pengelolaan modal kerja dan likuiditas, pengendalian biaya, peningkatan produktivitas aset, serta optimalisasi portofolio produk. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas kinerja operasional, sekaligus memperkuat daya saing serta fondasi pertumbuhan Perseroan. Sebagai bagian dari proses pembenahan, Perseroan juga terus mengupayakan penyelesaian tantangan historis secara hati-hati dan terukur, dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Penanganannya dilakukan dengan memperhatikan kepentingan Perseroan dan pemegang saham serta keberlanjutan operasional. 

Kimia Farma sebagai Tulang Punggung Ketahanan Kesehatan Nasional
Sebagai bagian dari Bio Farma Group dalam ekosistem Danantara Indonesia, Kimia Farma memiliki peran strategis sebagai tulang punggung ketahanan kesehatan nasional. Karena itu, Perseroan terus memperkuat sinergi bisnis dan rantai pasok untuk mendukung efisiensi serta ketersediaan produk dan layanan kesehatan. Transformasi tersebut diarahkan untuk membangun bisnis yang lebih tangguh dan memperkuat kontribusi Perseroan bagi kemandirian industri farmasi Indonesia dan mendukung ketahanan kesehatan nasional.