Berlokasi di Watudakon, Jawa Timur, PT Kimia Farma (Persero) Tbk telah berhasil menyelesaikan pembangunan Pabrik Garam Farmasi Tahap I berkapasitas 2000 ton/tahun. Pabrik ini akan dilanjutkan beberapa saat lagi dengan pembangunan Pabrik Garam Farmasi Tahap II berkapasitas 4000 ton/tahun

Sehingga kebutuhan Indonesia terhadap garam farmasi sebesar 6000 ton/tahun dapat dipenuhi seluruhnya, yang berarti Indonesia tidak perlu lagi impor garam farmasi

Acara peresmian ini dirangkaikan dengan penjualan perdana garam farmasi ke 5 perusahaan yaitu

    PT Indofarma (Persero) Tbk
    PT Djojonegoro C-1000
    PT MJB Pharma
    PT Gracia Pharmindo
    Labtomed Ditkesad

Dengan diproduksinya garam farmasi ini berarti garam farmasi juga secara langsung telah memenuhi Instruksi Presiden RI No 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan dan kebijakan pemerintah dalam Paket Kebijakan Ekonomi XI tentang Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan

Dalam waktu dekat, Pabrik Bahan Baku Obat Pertama di Indonesia yang telah dilaksanakan Groundbreaking pada tanggal 10 Oktober 2016 lalu juga akan segera beroperasi. Disusul dengan peresmian pabrik Rapid Test yang akan selesai medio 2017